MPLS Jadi Momentum, Brimob Polda Kaltim Titip Pesan Penting ke Siswa soal Bullying Alternatif judul

M Ibrahim • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25 WIB
PENDIDIKAN: Demi terciptanya lingkungan pendidikan nyaman, personel Satuan Brimob Polda Kaltim beri edukasi siswa.
PENDIDIKAN: Demi terciptanya lingkungan pendidikan nyaman, personel Satuan Brimob Polda Kaltim beri edukasi siswa.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Guna mendukung terciptanya lingkungan pendidikan nyaman, personel Satuan Brimob Polda Kaltim ikut memberi edukasi murid SMPIT Mutiara Rahmah, Balikpapan.

Sosialisasi dilakukan Ipda Rifa’i Yusni saat pengenalan lingkungan sekolah diikuti siswa baru, guru, serta tenaga pendidik. Ini sebagai bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang mengedepankan rasa aman, saling menghargai, dan terbebas dari praktik perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya.

Pembekalan mengenai pentingnya membangun hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah melalui sikap toleransi, rasa saling menghormati, kedisiplinan, dan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Baca Juga: Anggaran Riset Kaltim Menyusut, BRIDA Tetap Targetkan 30 Penelitian dengan Cara Ini

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi peraturan sekolah, menghindari tindakan bullying, serta menanamkan nilai kebersamaan agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan produktif.

“Salah satu bentuk komitmen polri dalam mendukung dunia pendidikan melalui pembinaan karakter generasi muda,” ujar Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Ronny Suseno. Di antaranya ingin memastikan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

“Para siswa dapat memahami pentingnya menghormati sesama, menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan, serta tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak baik, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Baca Juga: Kantong Parkir Truk Masih Wacana, Dishub Samarinda Dorong Relokasi Pergudangan ke Terminal Multipurpose Palaran

Ia menekankan, keberhasilan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, tetapi memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari keluarga, tenaga pendidik, hingga masyarakat.

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan pendidikan karakter dapat berjalan optimal sehingga mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
bullying di sekolah edukasi siswa SMPIT Mutiara Rahmah lingkungan sekolah aman pencegahan kekerasan