BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan terus memperkuat implementasi Program Puskesmas Ramah Remaja sebagai upaya meningkatkan kesehatan fisik dan mental generasi muda. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menghadirkan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di sejumlah puskesmas.
Kepala Dinkes Kota Balikpapan Alwiati mengatakan, saat ini sudah terdapat tujuh puskesmas yang menyediakan layanan Puspaga. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh konseling yang diberikan secara berkala oleh petugas Puspaga Kota Balikpapan.
"Dari Puspaga kota, petugas akan berkeliling datang ke puskesmas secara terjadwal untuk memberikan konseling," ujarnya, Kamis (23/7).
Selain membuka layanan di puskesmas, Dinkes juga aktif mendatangi sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA untuk memberikan edukasi kesehatan kepada para remaja. Program tersebut terintegrasi dengan layanan Puspaga sehingga pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Materi yang diberikan meliputi berbagai isu penting, seperti usia produktif, pendidikan seksual, kesehatan reproduksi, hingga edukasi bagi calon pengantin.
"Materi edukasi seperti usia produktif, pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi," tuturnya.
Baca Juga: Dinkes Balikpapan Ajak Orang Tua Perkuat Komunikasi Keluarga untuk Cegah HIV dan Perilaku Berisiko
Menurut Alwiati, penguatan ketahanan keluarga menjadi faktor utama dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas. Karena itu, pembinaan tidak hanya menyasar remaja, tetapi juga keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
"Saat ini yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga. Itu yang paling penting, karena keluarga itu kuncinya. Kalau keluarganya rapuh, pasti anak-anaknya juga rapuh. Itu yang harus kita kuatkan," tegasnya.
Ia menjelaskan, Program Puskesmas Ramah Remaja merupakan bagian dari standar pelayanan nasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Seluruh puskesmas di Balikpapan kini telah menyediakan layanan tersebut.
Untuk memperluas jangkauan program, Dinkes juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui pembinaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah.
Editor : Muhammad Ridhuan"Semua puskesmas sudah punya layanan karena itu menjadi program nasional dan standar pelayanan dari Kementerian Kesehatan. Tinggal kita perkuat lagi lewat kolaborasi, termasuk melakukan pembinaan di PIK-R sekolah," pungkas Alwiati.