Kejahatan Siber Makin Mengintai, SPN Polda Kaltim Perkuat Program Cyber Resilient Community

M Ibrahim • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:37 WIB
KOLABORASI: Program CRC digagas Kepala SPN Polda Kaltim, inovasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat kolaborasi instansi terkait, di antaranya OJK.
KOLABORASI: Program CRC digagas Kepala SPN Polda Kaltim, inovasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat kolaborasi instansi terkait, di antaranya OJK.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Mitigasi ancaman kejahatan siber terus diperkuat Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim. Di antaranya pengembangan program Cyber Resilient Community (CRC).

Program yang diinisiasi Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Pepen Supena Wijaya ini mendapat respons positif sekaligus dukungan luas dari berbagai instansi pemerintah, lembaga legislatif, regulator, dunia akademik, hingga tokoh masyarakat di Kaltim.

Kepala SPN melakukan serangkaian kegiatan silaturahmi, audiensi, dan studi banding dengan sejumlah stakeholder strategis. Mulai Pemkab Kutai Kartanegara, DPRD Kaltim, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Termasuk sejumlah tokoh daerah seperti Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan H. Adji Muhammad Arifin, dan jajaran Kelurahan Damai Bahagia Kota Balikpapan.

Baca Juga: AMU Siap Gelar Kejuaraan Mancing Perdana, Gaungkan Stop Racun dan Setrum Ikan

Menurut Pepen, program tersebut merupakan inovasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat kesadaran terhadap keamanan siber.

“Serta membangun kemampuan masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan merespons berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan serta tindak kejahatan finansial berbasis teknologi,” jelas Pepen.

Keberhasilan membangun ketahanan siber tidak dapat dilakukan oleh institusi kepolisian semata, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, regulator, dunia usaha, hingga masyarakat.

“CRC merupakan gerakan bersama yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber di tengah masyarakat,” tuturnya. Dengan keterlibatan seluruh stakeholder, pihaknya optimistis masyarakat akan semakin siap menghadapi tantangan di era digital.

Baca Juga: DPRD Dukung Pesantren Ramah Anak, Minta Kemenag Segera Siapkan Regulasi

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi menyebut, kolaborasi lintas sektor dibangun SPN Polda Kaltim merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan keamanan di era transformasi digital.

Menurutnya, keamanan siber saat ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara polri, pemerintah daerah, lembaga legislatif, dunia pendidikan, regulator, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman kejahatan digital.

“Program CRC bukan sekadar edukasi, melainkan gerakan kolaboratif yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber secara berkelanjutan di tengah masyarakat,” terang Tedy. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Cyber Resilient Community keamanan siber Kaltim literasi digital Kaltim kejahatan siber SPN Polda Kaltim