Sabu 1 Kilogram Diganti Kentang Frozen, Modus Baru Sindikat Narkoba di Kaltim Terbongkar

M Ibrahim • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:54 WIB
MODUS BARU: Dua tersangka diamankan Ditresnarkoba Polda Kaltim terlibat peredaran sabu modus baru, mengganti kemasan sabu.
MODUS BARU: Dua tersangka diamankan Ditresnarkoba Polda Kaltim terlibat peredaran sabu modus baru, mengganti kemasan sabu.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sindikat peredaran sabu di Kaltim mencoba mengelabui polisi dengan modus tak biasa. Paket yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan sabu seberat satu kilogram lebih sengaja dikosongkan dan diganti dengan kentang olahan (frozen potato).

Namun, siasat tersebut gagal. Polisi menemukan sisa butiran yang diduga sabu masih menempel pada plastik bekas kemasan. Dari temuan itu, penyidik mengembangkan kasus hingga menemukan barang bukti sabu yang sebenarnya disembunyikan di lokasi lain.

Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim akhirnya mengamankan dua tersangka berinisial IN, 37, dan NU, 45. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sabu dengan total berat bruto 1.796 gram atau hampir dua kilogram.

Baca Juga: Sabu Disembunyikan di Kotak Rokok, Pria 53 Tahun Diciduk Polisi di Balikpapan Timur

“Kami temukan kentang olahan. Namun ada sedikit tersisa diduga sabu. Kami kembangkan dan kami temukan barang aslinya,” terang Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, Jumat (24/7/2026).

Polisi juga menduga NU merupakan bandar yang terhubung dengan jaringan narkotika yang lebih besar. Awalnya IN ditangkap di sebuah kamar Apartemen Green Valley, Balikpapan Tengah, Kamis (16/7/2026) malam.

Saat penggeledahan, polisi hanya menemukan plastik bekas pembungkus sabu satu kilogram yang ternyata telah diisi kentang olahan. Meski demikian, petugas menemukan sisa butiran sabu yang masih menempel pada plastik tersebut sehingga memunculkan kecurigaan.

“Pelaku sadar bahwa dirinya merupakan bagian dari sindikat dan sewaktu-waktu bisa ditangkap. Karena itu, mereka sengaja menukar isi bungkus sabu dengan kentang olahan untuk menyesatkan petugas apabila dilakukan penangkapan,” jelasnya.

Baca Juga: Kejahatan Siber Makin Mengintai, SPN Polda Kaltim Perkuat Program Cyber Resilient Community

Temuan butiran sabu pada bungkus plastik membuat penyidik mendalami kemungkinan adanya modus lain. Hasil pengembangan membuktikan bahwa sabu asli telah dipindahkan dan sebagian sudah dipecah menjadi paket-paket kecil siap edar di lokasi berbeda.

“Dari pendalaman itulah kami menemukan bahwa paket yang ada di apartemen hanya berfungsi sebagai decoy atau umpan. Sementara narkotika yang sebenarnya disimpan di tempat lain,” bebernya.

Pengakuan IN, ia diperintahkan NU untuk mengambil sebuah paket sistem “jejak” di kawasan Jalan Baru, Balikpapan Barat. Setelah dibawa ke apartemen dan dibuka sambil direkam video, isi paket tersebut ternyata telah diganti dengan kentang.

Pada Jumat (17/7/2026), tim yang bergerak ke Samarinda berhasil menangkap NU sesuai lokasi pertemuan yang telah diatur.

Dari hasil pemeriksaan terhadap NU, polisi memperoleh informasi mengenai lokasi penyimpanan sabu yang masih tersisa di kawasan Jalan Sangga Buana, Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 03.30 Wita, tim yang dipimpin langsung Dirresnarkoba Polda Kaltim mendatangi lokasi tersebut dan membuka paket yang disimpan pelaku.

Di dalam sebuah tas belanja berwarna hitam bertuliskan Farmers Market, petugas menemukan satu paket sabu seberat 1.046 gram bruto dan 15 paket sabu siap edar dengan total berat 750 gram bruto.

Baca Juga: Kauren Atiqa Zahira, Gadis Kutai yang Bikin Tujuh Negara Bertepuk Tangan; Dari Mikrofon Mainan ke Panggung Asia

“Ini merupakan modus baru. Sepanjang sejarah pengungkapan sindikat sabu di Kaltim baru kali ini kami menemukan pelaku menggunakan kentang sebagai pengganti sabu untuk mengecoh petugas,” tegasnya.

Penggantian paket dilakukan atas perintah NU kepada IN. Tujuannya agar apabila polisi melakukan penangkapan lebih dulu, yang ditemukan hanyalah paket palsu sehingga barang bukti utama tidak ikut diamankan.

“NU diduga merupakan bandar dalam jaringan ini. Kami sudah mengantongi identitas pihak lain dan sedang menelusuri asal narkotika tersebut yang diduga berasal dari luar Kaltim,” imbuhnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
sabu Kaltim modus baru sindikat sabu sabu diganti kentang kentang frozen Ditresnarkoba Polda Kaltim