KPU Balikpapan Perkuat Pendidikan Politik, Pemilih Muda Kini Dominasi DPT

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:51 WIB
SOSIALISASI: Sosialisasi dari KPU Balikpapan kepada para pemuda agar menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.(AINUR/KP)
SOSIALISASI: Sosialisasi dari KPU Balikpapan kepada para pemuda agar menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. (AINUR/KP)

BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan terus memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda sebagai upaya meningkatkan kualitas partisipasi dalam demokrasi. Langkah tersebut dilakukan seiring dominannya pemilih dari kalangan milenial dan Generasi Z dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi Pemilih Muda Tahun 2026 yang digelar di Asta Coffee, Balikpapan Baru, Kamis (23/7), dengan melibatkan para pemuda sebagai peserta.

Ketua KPU Kota Balikpapan Prakoso Yudho Lelono mengatakan generasi muda memegang peran strategis dalam menentukan arah demokrasi dan masa depan bangsa. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman politik agar mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

Menurut Yudho, berdasarkan data Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya, sekitar 60 persen daftar pemilih tetap berasal dari kelompok generasi milenial, Generasi Y, dan Generasi Z.

"Angka ini akan terus bertambah karena pemutakhiran data pemilih berlangsung secara berkelanjutan," katanya.

Ia menjelaskan, komposisi tersebut akan terus bergeser seiring bertambahnya jumlah pemilih pemula yang memasuki usia memenuhi syarat untuk menggunakan hak pilih.

Baca Juga: Tembus 2,9 Juta Jiwa, KPU Catat Ada 112.233 Pemilih Baru di Kaltim pada Semester I 2026

Karena itu, KPU menilai pendidikan politik harus diberikan sejak dini agar generasi muda memahami pentingnya berpartisipasi dalam setiap proses demokrasi.

"Bagaimana proses di awal akan sangat menentukan hasil di tengah hingga akhirnya nanti. Karena itu, pendidikan politik bagi pemuda menjadi sangat penting," ujarnya.

Yudho menegaskan Indonesia telah memilih sistem demokrasi sebagai mekanisme untuk menentukan kepemimpinan bangsa. Seluruh proses yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, menurutnya, harus dijalankan secara bertanggung jawab.

Ia menambahkan, kualitas demokrasi sangat bergantung pada kualitas masyarakat sebagai pemilih, terutama generasi muda yang kini menjadi kelompok dominan dalam DPT.

"Bagaimana kualitas pemudanya, itulah yang akan menentukan bagaimana kualitas bangsanya," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, KPU Balikpapan berharap para pemuda tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga mampu menjadi agen pendidikan politik di lingkungan masing-masing sehingga tercipta budaya demokrasi yang lebih sehat dan berkualitas.

"Semoga kita jadi pemilih yang cerdas pada setiap kontestasi demokrasi di masa mendatang," tutupnya.

 

Editor : Muhammad Ridhuan
pendidikan politik Partisipasi Politik Pilkada Balikpapan KPU Balikpapan pemilih muda