KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan resmi memiliki tiga pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II). Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, melantik langsung prosesi pelantikan yang berlangsung di Balai Kota Balikpapan pada Jumat (24/7/2026).
Langkah mutasi, rotasi, dan promosi ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran organisasi birokrasi, sekaligus penanda dimulainya penerapan sistem Manajemen Talenta (Talent Management) berbasis sistem merit dalam pengisian posisi strategis di lingkungan Pemkot Balikpapan.
Baca Juga: Puskesmas Margo Mulyo Catat IKM 88'17, Komitmen Perkuat Standar dan Maklumat Pelayanan Kesehatan
Wali Kota Rahmad Mas'ud menegaskan bahwa pergeseran jabatan ini bukan sekadar rotasi formalitas, melainkan upaya mendongkrak efektivitas pelayanan publik.
"Ini penyegaran. Ada pergeseran yang memang sudah lama direncanakan, ada juga pengisian jabatan yang kosong," ujar Rahmad usai pelantikan.
Dalam perombakan ini, beberapa posisi kunci mengalami pergeseran. Pertama Kepala Badan Kesbangpol kini dijabat oleh Elyzabeth L Toruan melalui mekanisme Manajemen Talenta. Sebelumnya dia menjabat kepala Bagian Hukum Setdakot Balikpapan.
"Termasuk kesbangpol ini sudah lama kosong. Setelah melalui manajemen talenta yang memenuhi syarat, salah satu yang terpilih Bu Elyzabeth," ucapnya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Km 10 Balikpapan, Pengendara Motor Tewas Usai Bertabrakan dengan Mobil
Lalu Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip dipercayakan kepada Neny Dwi Winahyu yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan. "Jadi ada juga yang juga bergeser," imbuhnya.
Serta Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan diisi oleh Idham Mustari yang sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Registrasi Dareah (BPPDRD). “Semua melalui sistem merit, bukan lagi asesmen seperti sebelumnya,” tegasnya.
Menghadapi tantangan birokrasi yang kian kompleks, Rahmad meminta para pejabat yang baru dilantik untuk langsung bekerja tanpa perlu masa adaptasi yang panjang.
“Tantangan birokrasi semakin kompleks sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang cepat, inovatif, dan berintegritas,” imbuhnya.
Ia menekankan empat poin krusial:
Akselerasi Kinerja: Mempercepat ritme kerja dan pencapaian target organisasi.
Pelayanan Digital: Meningkatkan kualitas layanan publik berbasis teknologi.
Integritas Tinggi: Menjauhi segala bentuk praktik korupsi.
Soliditas Tim: Membangun kerja sama tim yang kuat di setiap Perangkat Daerah.
"Jabatan pimpinan tinggi pratama adalah jembatan strategis antara kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan di lapangan. Saudara bukan hanya pelaksana, tetapi konseptor, pengarah, sekaligus benteng integritas organisasi," tegas Rahmad.
Rahmad mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan memberikan dukungan kepada pejabat baru agar mampu menjawab tantangan pembangunan, mulai dari tekanan ekonomi, percepatan digitalisasi, hingga berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. (*)
Editor : Duito Susanto