Cegah Perundungan via Program Cekatan, SD 024 Balikpapan Tengah Raih Penghargaan Sekolah Idaman 2025

Dina Angelina • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 12:47 WIB
CEGAH PERUNDUNGAN: Lewat kolaborasi bersama DP3AKB Balikpapan dan pembentukan Agen Cekatan siswa, SD 024 Balikpapan Tengah ini peringkat kedua Sekolah Idaman 2025. (IST) 
CEGAH PERUNDUNGAN: Lewat kolaborasi bersama DP3AKB Balikpapan dan pembentukan Agen Cekatan siswa, SD 024 Balikpapan Tengah ini peringkat kedua Sekolah Idaman 2025. (IST) 

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - SD 024 Balikpapan Tengah mengukir prestasi gemilang di tingkat daerah. Tepatnya Penghargaan Terbaik Ke-2 dalam ajang kompetisi Program Sekolah Idaman Tahun 2025.

Keberhasilan tersebut diraih berkat komitmen sekolah dalam meluncurkan inovasi bertajuk Aksi Transformasi Cegah Kekerasan Terhadap Anak (Cekatan) yang digagas langsung oleh Kepala SD 024 Balikpapan Tengah, Mita Elyana.

Baca Juga: Proyeksi APBD Kutim 2027 Masih Bergantung Dana Transfer, Pengamat Ingatkan Potensi Pemangkasan DBH Jilid II

​Mita menjelaskan, Program Cekatan hadir sebagai langkah proaktif sekolah dalam merespons ancaman perundungan (bullying) verbal maupun fisik yang kerap kali berkedok candaan sehari-hari, serta memberikan edukasi awal terkait pencegahan kekerasan seksual kepada peserta didik.

“Mengusung slogan 'Cekatan Beraksi, Sekolah Aman Tanpa Bully!', program ini menekankan pentingnya gerak cepat dan sigap dalam menangani serta mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” ujar Mita.

Menurut Mita, keunggulan utama Program Cekatan terletak pada pendekatan sistematis dan integratif yang melibatkan seluruh stakeholders.

TERIMA PENGHARGAAN: Inovasi Cegah Kekerasan Terhadap Anak yang digagas Kepala SD 024 Balikpapan Tengah, Mita Elyana mendapat penghargaan dari Wali Kota Balikpapan sebagai Terbaik Ke-2 Sekolah Idaman Tahun 2025.
TERIMA PENGHARGAAN: Inovasi Cegah Kekerasan Terhadap Anak yang digagas Kepala SD 024 Balikpapan Tengah, Mita Elyana mendapat penghargaan dari Wali Kota Balikpapan sebagai Terbaik Ke-2 Sekolah Idaman Tahun 2025.

 

​Pihak sekolah menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai instansi, mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Puskesmas Sumber Rejo, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Polsek/Bhabinkamtibmas, Komite Sekolah, hingga pengurus RT dan Kelurahan setempat.

Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Genjot Kepatuhan Investasi Melalui Sosialisasi OSS-RBA dan LKPM  

​Rangkaian implementasi program diawali dengan pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) resmi melalui Surat Keputusan (SK). Langkah ini disusul sosialisasi berkelanjutan, pelatihan interaktif bagi pendidik memanfaatkan media inovatif Kartu Siaga Kependudukan (KSK), serta penyelenggaraan seminar parenting anti-bullying untuk para wali murid.

​"Salah satu pilar utama keberhasilan program ini adalah pembentukan Agen Cekatan, yaitu siswa-siswi pilihan di setiap kelas yang dibentuk sebagai agen perubahan anti-kekerasan," tuturnya.

​Para siswa pilihan tersebut dibimbing untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mampu mengenali indikasi perundungan, serta menjadi pelopor kebaikan di lingkungan teman sebaya.

“Gerakan ini kemudian dikukuhkan dalam peringatan Roots Day, di mana seluruh warga sekolah mengucapkan ikrar komitmen bersama melawan perundungan,” ucapnya.

Implementasi Program Cekatan terbukti memberikan dampak positif signifikan terhadap iklim belajar di SD 024 Balikpapan Tengah. Berdasarkan evaluasi angket sebelum dan sesudah program, terjadi penurunan kasus kekerasan anak yang cukup tajam.

​Rincian dampak evaluasi program meliputi, pertama, peran pembully menurun drastis sebesar 37,5 persen. Kedua, jumlah korban bully berhasil ditekan hingga 48 persen. Serta penurunan saksi perundungan hingga 64 persen. Rata-rata ketercapaian target program mencapai 93,7 persen hanya dalam jangka waktu 2 bulan.

Selaku inisiator program, Mita menegaskan bahwa raihan Penghargaan Sekolah Idaman 2025 bukanlah akhir dari gerakan ini, melainkan awal penanaman budaya sekolah yang aman dan ramah anak.

​Untuk menjamin keberlanjutan program, SD 024 Balikpapan Tengah kini telah dilengkapi dengan standar fasilitas pelaporan, meliputi Standard Operating Procedure (SOP) Anti-Bullying, hotline pengaduan secara online dan offline, hingga penyediaan kotak aduan fisik di lingkungan sekolah.

​"Ke depannya, nilai-nilai Cekatan akan terus diintegrasikan secara berkala ke dalam kurikulum pembelajaran harian dan kegiatan pembiasaan karakter di sekolah," pungkas Mita. (*)

Editor : Sukri Sikki
sd Balikpapan Tengah sosialisasi perundungan Bulying