Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Semarak Hari Pertama MPLS, SD 005 Samarinda Ilir Hadirkan Photobooth hingga Permainan Tradisional

N
Penulis: Nasya Rahaya❯
ANTUSIAS: Peserta didik baru SD 005 Samarinda Ilir di photobooth yang disiapkan sekolah pada hari pertama MPLS, Senin (13/7).  (Nasya Rahaya)
ANTUSIAS: Peserta didik baru SD 005 Samarinda Ilir di photobooth yang disiapkan sekolah pada hari pertama MPLS, Senin (13/7).  (Nasya Rahaya)

Advertisement

  

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD 005 Samarinda Ilir berlangsung meriah, Senin (13/7). Tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, peserta didik baru juga diajak kembali memainkan permainan tradisional, sementara seluruh warga sekolah kompak mengenakan bet atau kartu pengenal selama pelaksanaan MPLS.

Kepala SD 005 Samarinda Ilir, Sitti Salmah, mengatakan MPLS tahun ajaran 2026/2027 berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, mengikuti pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun, sekolah tetap menghadirkan sejumlah inovasi agar pengalaman pertama siswa di sekolah lebih berkesan.

Advertisement

Salah satu yang menarik perhatian adalah keberadaan photobooth bertema planet yang meriah untuk penyambutan peserta didik baru. Sejak pagi, guru menyambut kedatangan siswa bersama orang tua, kemudian mengajak mereka mengabadikan momen di area khusus yang telah disiapkan.

“Kami menyambut siswa bersama seluruh guru. Setelah itu orang tua dan anak-anak kami persilakan berfoto di photobooth sebagai kenang-kenangan hari pertama masuk sekolah,” ujar Salmah.

Advertisement

Inovasi lainnya adalah penggunaan bet atau kartu pengenal yang dikenakan seluruh warga sekolah selama MPLS. Bukan hanya peserta didik baru, guru hingga siswa kelas lainnya juga mengenakan identitas serupa agar lebih mudah mengenal satu sama lain.

“Semua memakai bet, baik guru, siswa maupun siswa baru. Ini baru kami terapkan tahun ini selama pelaksanaan MPLS,” katanya.

Tak hanya itu, sekolah juga memasukkan permainan tradisional ke dalam rangkaian kegiatan MPLS. Anak-anak diperkenalkan dengan permainan bekel, lompat tali, hingga dakon sebagai alternatif aktivitas yang menyenangkan sekaligus mengenalkan budaya lokal sejak dini.

“Setiap tahun kami selalu membuat gebrakan. Tahun lalu juga ada permainan tradisional, dan tahun ini tetap kami hadirkan. Anak-anak dikenalkan permainan bekel, tali, dan dakon supaya mereka tidak hanya terpaku pada gadget. Permainan yang diberikan tentu disesuaikan dengan usia mereka,” jelasnya.

Selain kegiatan tersebut, peserta didik baru juga mengikuti pengenalan visi dan misi sekolah, lingkungan belajar, serta materi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang disampaikan secara interaktif di aula menggunakan televisi interaktif.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Optimalisasi Penjaminan Mutu Pendidikan melalui Pengembangan Model Manual Mutu

Optimalisasi Penjaminan Mutu Pendidikan melalui Pengembangan Model Manual Mutu

Sekolah sesungguhnya memiliki banyak informasi untuk memperbaiki layanan pendidikan.

Antisipasi Pemadaman Listrik, Sekolah di Kaltim Diminta Siapkan Genset untuk TKA   

Antisipasi Pemadaman Listrik, Sekolah di Kaltim Diminta Siapkan Genset untuk TKA  

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di Kalimantan Timur menghadapi sejumlah potensi kendala teknis.

TKA 2026, Kaltim Bidik Lima Besar Nasional dengan 35.455 Peserta Gelombang Pertama   

TKA 2026, Kaltim Bidik Lima Besar Nasional dengan 35.455 Peserta Gelombang Pertama  

Provinsi Kaltim membidik posisi lima besar nasional dalam capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer