Optimalisasi Penjaminan Mutu Pendidikan melalui Pengembangan Model Manual Mutu

Oleh:
Ayu Anggraeni
Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman.
(Promotor: Prof Dr Laili Komariyah, M Si, Co Promotor: Prof Dr H Muh Amir Masruhim, M Kes)
MUTU pendidikan tidak cukup dibangun melalui kelengkapan dokumen atau kesibukan menjelang akreditasi. Mutu tumbuh ketika sekolah mampu mengenali persoalannya, menentukan prioritas, melaksanakan perbaikan, serta menilai hasilnya secara berkelanjutan. Karena itu, penjaminan mutu perlu hadir dalam pekerjaan sehari-hari dan menjadi cara sekolah mengambil keputusan.
Sekolah sesungguhnya memiliki banyak informasi untuk memperbaiki layanan pendidikan. Rapor Pendidikan, data peserta didik, hasil pembelajaran, evaluasi program, dan berbagai dokumen perencanaan merupakan sumber yang berharga. Persoalannya, ketersediaan informasi belum selalu diikuti keterhubungan antara data, rencana, pelaksanaan, dan tindak lanjut.
Sebuah program dapat tercantum dalam rencana kerja, tetapi alasan pemilihannya belum mudah ditelusuri. Kegiatan telah dilaksanakan, tetapi bukti dan hasil evaluasinya tersimpan secara terpisah. Evaluasi pun dapat berhenti sebagai laporan, tanpa menjadi dasar keputusan perbaikan berikutnya. Dalam keadaan demikian, sekolah membutuhkan panduan yang membantu menghubungkan seluruh proses tersebut.
Kebutuhan inilah yang melatarbelakangi penelitian pengembangan Model Manual Mutu untuk Optimalisasi Penjaminan Mutu Pendidikan pada SMP Negeri di Samarinda. Pengembangan diarahkan untuk membantu sekolah menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal atau SPMI secara lebih terarah, berbasis data, dan dapat ditelusuri.
Temuan awal pada lokasi pengembangan menunjukkan adanya keragaman pemahaman pelaksana, kebutuhan akan kejelasan peran, serta perlunya panduan yang menghubungkan dokumen sekolah. Keterbatasan waktu juga menjadi pertimbangan karena pelaksana penjaminan mutu menjalankan tanggung jawab lain, termasuk mengajar. Panduan yang dikembangkan karena itu harus membantu pekerjaan dan mengurangi pengulangan administrasi.
Manual mutu dapat dipahami sebagai dokumen acuan yang menjelaskan bagaimana sistem mutu dijalankan, siapa yang bertanggung jawab, serta bagaimana hubungan antarprosesnya. Dalam penelitian ini, buku manual menjadi panduan penerapan model. Nilai utamanya terletak pada keterhubungan antara prinsip, peran, langkah kerja, data, bukti, evaluasi, dan tindak lanjut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




