
KALTIMPOST.ID, BONTANG - Sebanyak 18 sekolah di Bontang, yakni SMK Rigomasi, SMK YKPP, SMK Putra Bangsa, SMK Muhammadiyah, SMK Maritim, SMK 2, SMK Nusantara Mandiri, SMK Galilea, SMK Cendekia, dan SMK IT Bani Abdurrahman
Berikutnya adalah SMK 4, SMA 1, SMA 3, SMA Hidayatullah, SLB Permata Bunda, SLB Amali Bontang, SLB Pupuk Kaltim, dan SLB Bina Kasih Mandiri Bontang, dijadwalkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai Senin (26/10). Pelaksanaan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026 dengan lima mata pelajaran yang diujikan.
Baca Juga: Diskes Kaltim Siagakan 3.000 Nakes Hadapi Lonjakan ISPA
Kesiapan sekolah menjadi perhatian menjelang pelaksanaan tes tersebut. Sejumlah aspek perlu dipastikan, mulai dari ketersediaan ruang ujian, perangkat komputer, hingga kelancaran teknis selama peserta mengerjakan soal.
Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Bontang Suyanik mengatakan nantinya sekolah yang tidak masuk gelombang pertama akan terjadwal di tahapan berikutnya. Menurutnya ini diberikan kewenangan oleh Pemerintah Pusat untuk memilihnya.
"Gelombang kedua akan dilaksanakan pada awal November mendatang. SMA 2 juga masuk gelombang kedua," kata Suyanik, Minggu (25/10/1016).
Baca Juga: Pengamat Sindir Wakil Kaltim: Istri Gubernur Sekaligus Anggota DPR RI Harusnya Lebih Aktif
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Bontang, Syamsul, mengatakan sekolahnya telah mempersiapkan kebutuhan pelaksanaan TKA. Pengaturan panitia dan pengawas juga telah dilakukan melalui koordinasi MKKS Bontang.
“Sudah siap. Kepanitiaan, laboratorium tempat pelaksanaan, pengawas silangnya juga sudah diatur oleh MKKS Kota,” kata Syamsul saat dikonfirmasi mengenai persiapan sekolah.
Khusus di SMA 1 Bontang, pelaksanaan ujian dibagi menjadi tiga sesi. Setiap sesi menampung sekitar 83 hingga 85 siswa. Untuk menunjang kegiatan tersebut, sekolah menyediakan tiga laboratorium komputer sebagai lokasi pelaksanaan. “Tiga sesi, tiap sesi 83 sampai 85 siswa,” ujarnya.
Pengaturan sesi dilakukan untuk menyesuaikan jumlah peserta dengan kapasitas sarana yang tersedia. Dengan pembagian tersebut, pelaksanaan ujian diharapkan berjalan tertib tanpa mengabaikan kesiapan fasilitas yang digunakan siswa.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




