Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskes Kaltim Siagakan 3.000 Nakes Hadapi Lonjakan ISPA

A
Penulis: Ainur Rofiah❯
Tenaga kesehatan siap sedia menjalankan tugas merawat pasien di rumah sakit. (IST)
Tenaga kesehatan siap sedia menjalankan tugas merawat pasien di rumah sakit. (IST)  

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, menyiagakan sekitar 3.000 tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mencapai 327 ribu kasus.

Ketua Tim Surveilans Imunisasi dan Respons KLB Dinkes Kaltim, Erwin Nursyahram Dani mengatakan, pihaknya juga tengah melakukan pengadaan mesin oksigen untuk Puskesmas.

Advertisement

"Kami juga proses pengadaan penyediaan mesin oksigen Puskesmas, rencananya bulan ini akan diberikan ke seluruh kabupaten/kota," kata Erwin, Minggu (25/10).

Ia menjelaskan, penyediaan mesin oksigen tersebut bertujuan untuk mendukung rumah oksigen yang telah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam sistem pelaporan Public Health Emergency Operation Center (PHEOC).

Advertisement

"Tim kami pemantauannya standby tiap hari dari WA grup untuk pelaporan data kasus. BPBD dan forum karhutla juga melaporkan titik api, ada posko yang disediakan dan tenaga kesehatan standby di lokasi," ujarnya.

Terkait koordinasi lintas sektor, Erwin menyebut Dinkes Kaltim telah membentuk tim PHEOC dan berkoordinasi dengan BPBD dan DLH untuk melakukan pembaruan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan data pencemaran udara setiap hari.

"Hari ini yang masih berbahaya ada di Kabupaten Kutai Barat karena kasus titik api masih banyak. Lonjakan kasus juga selalu dipantau dari data SKDR," katanya.

Menanggapi adanya laporan anak terdampak ISPA meninggal dunia, Erwin mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Berdasarkan informasi dari Dinkes Kota Samarinda masih dalam penyelidikan kaitannya dengan kebakaran hutan. Data yang kami dapatkan yang bersangkutan sudah mempunyai riwayat penyakit pernapasan dan apakah keterkaitannya kami masih belum bisa memastikan," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Waspada Risiko Stunting dan Anemia, Diskes Kaltim Perketat Pencegahan Kecacingan pada Anak

Waspada Risiko Stunting dan Anemia, Diskes Kaltim Perketat Pencegahan Kecacingan pada Anak

Diskes Kaltim perketat pencegahan kecacingan anak di sekolah guna cegah stunting dan anemia. Simak langkah preventif dan pola hidup bersih.

Balita di Samarinda Meninggal Sesak Napas, Gubernur Rencanakan Pembangunan Rumah Oksigen

Balita di Samarinda Meninggal Sesak Napas, Gubernur Rencanakan Pembangunan Rumah Oksigen

Akibat asap karhutla, Pemprov Kaltim tengah membahas pembentukan fasilitas kesehatan yang bernama "rumah oksigen".

Nakhodai Diskes Kaltim, Andi Muhammad Ishak Respons Kasus Ring Jantung RSUD AWS dan TPP Nakes

Nakhodai Diskes Kaltim, Andi Muhammad Ishak Respons Kasus Ring Jantung RSUD AWS dan TPP Nakes

Andi Muhammad Ishak resmi jabat Kadinkes Kaltim. Langsung dihadapkan polemik dugaan ring jantung RSUD AWS & TPP Nakes.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer