KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud turut menanggapi angka stunting di Balikpapan. Dari peninjauan yang telah dilakukan, ditemukan adanya kenaikan angka stunting.
Nurlena menyebut, hal ini memang menjadi momok bagi kota Balikpapan. Sebab, dari peninjauan yang dilakukan, kasus tersebut sempat turun drastis hingga ke angka 17 persen.
“Sebenarnya kami menginginkan bagaimana angka stunting bisa menyentuh hingga 11 persen, dari data tahun lalu yang mencapai 23-24 persen. Awal 2026 sudah turun menjadi 17 bahkan 15 persen. Setelah dicek lagi ke lapangan ternyata meningkat kembali,” jelasnya.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Usaha Tani Gunung Binjai Dievaluasi, Wawali Bagus Susetyo Temukan Sejumlah Catatan
Fenomena ini, kata dia, disinyalir tak lepas dari meningkatnya angka penduduk yang datang dari luar daerah. Keluarga yang telah berpindah dan menetap, kemudian sang ibu bersalin di sini sehingga terdata sebagai warga kota.
Terkait ini pun, lanjut dia, pihaknya terus melakukan koordinasi intens dengan dinas terkait. Seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), serta Dinas Kesehatan (DKK) Balikpapan.
“Termasuk kader-kader PKK, bagaimana sinergi semua pihak bisa mewujudkan misi bersama untuk menekan angka stunting di Balikpapan,” tambahnya.
Baca Juga: Tanggapi Pengeroyokan Guru PJOK, Disdikbud Balikpapan Sebut Penanganan Harus Menyeluruh
Selain itu, Nurlena juga mengaku turun ke lapangan langsung untuk melihat bagaimana pola asuh yang diterapkan keluarga. Di mana soal pola asuh inilah yang ditekankan agar bisa diperbaiki.
Dia menyebut soal kesadaran para orangtua untuk memberikan makanan dengan nutrisi yang lengkap bagi sang anak. Di mana saat ini cukup banyak orangtua yang abai akan hal itu.
“Nah sekarang ini kan kebanyakan anak-anak kenyang gara-gara makanan yang tidak bergizi. Seperti camilan ringan begitu, yang membuat anak sudah kenyang tapi tidak sesuai dengan nutrisi yang ada dalam tubuhnya. Ini yang harus diperbaiki,” tuntasnya. (*)
Editor : Duito Susanto