Kebakaran Pasar Sepinggan Balikpapan, Pedagang Kehilangan Mata Pencarian, Dugaan Penjarahan Hambat Olah TKP dari Kepolisian

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 17:51 WIB
Pasar Sepinggan Balikpapan yang terbakar. (FOTO M TAUFIK/KP)
Pasar Sepinggan Balikpapan yang terbakar. (FOTO M TAUFIK/KP)

KALTIMPOST.ID-Kebakaran yang menghanguskan Pasar Sepinggan pada Jumat (31/7) tidak hanya memusnahkan ratusan lapak dan barang dagangan, tetapi juga memutus mata pencarian para pedagang yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup di pasar tersebut.

Di tengah upaya pemulihan, penyelidikan penyebab kebakaran juga menghadapi kendala setelah sejumlah barang di lokasi diduga diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Salah seorang pedagang terdampak, Ari, mengaku kehilangan seluruh peralatan usahanya setelah kios tempatnya berjualan ludes terbakar.

Pedagang kelapa yang telah berjualan sejak 2003 itu memperkirakan kerugiannya mencapai sekitar Rp 15 juta.

Menurut Ari, satu unit mesin parut kelapa, satu unit mesin peras, serta stok kelapa yang baru didatangkan tidak sempat diselamatkan karena api dengan cepat membesar.

“Barang yang baru masuk ikut terbakar. Modal yang kami keluarkan tidak bisa kembali karena barangnya sudah habis,” ujarnya, Sabtu (1/8).

Baca Juga: UKM Mawar Desa Sepatin Kukar Kembangkan Kerupuk Udang dan Olahan Buah Mangrove, Bidik Pasar Internasional

Kebakaran tersebut membuat Ari kehilangan satu-satunya sumber penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Karena itu, ia berharap pemerintah segera menyediakan lokasi berjualan sementara agar para pedagang dapat kembali menjalankan usahanya sambil menunggu pembangunan kembali pasar.

“Untuk sementara ini kami butuh bantuan karena mata pencarian tidak ada. Pemasukan untuk makan dan menghidupi keluarga juga tidak ada,” katanya.

Nasib serupa dialami Andi, pedagang plastik yang juga menjadi korban kebakaran. Tiga lapak beserta satu gudang miliknya habis dilalap api. Seluruh stok barang di dalamnya tidak sempat dievakuasi karena kobaran api menyebar dengan cepat.

“Tempat saya ada tiga, gudang satu, habis semua. Tidak ada yang bisa diambil lagi karena apinya cepat sekali,” ungkapnya.

Andi mengaku belum dapat menghitung total kerugian yang dialaminya lantaran seluruh barang dagangan musnah.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pendataan sementara diprioritaskan bagi pedagang aktif yang setiap hari berjualan. Setelah itu, pendataan akan dilanjutkan kepada pemilik lapak yang menyewakan tempat usahanya.

Baca Juga: Kaltim Kehilangan 102.040 Hektare Hutan Mangrove, Pembuatan Tambak Jadi Penyebab Utama Kerusakan

Di sisi lain, Polresta Balikpapan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Namun, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) menghadapi hambatan karena kondisi lokasi diduga telah berubah sebelum pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.

Kanit Identifikasi Polresta Balikpapan IPTU Bayu Sukaca menjelaskan, petugas telah memasang garis polisi sejak hari kejadian untuk mengamankan lokasi.

Meski demikian, ketika tim kembali melakukan olah TKP, sejumlah material yang diduga dapat menjadi petunjuk penyelidikan sudah tidak berada di tempatnya.

“Waktu kami datang melakukan olah TKP, semuanya sudah bersih, dalam arti sudah diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, material yang diduga diambil berupa barang-barang yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti besi bekas. Kondisi tersebut menyulitkan penyidik dalam mengidentifikasi titik awal maupun penyebab pasti kebakaran.

Meski demikian, polisi masih berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa lelehan kabel, jaringan instalasi listrik yang digunakan untuk freezer, serta fitting lampu dari plafon salah satu kios. Seluruh barang bukti tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Sementara itu, para pedagang berharap proses pendataan korban, penyaluran bantuan, dan penyediaan lokasi berjualan sementara dapat segera direalisasikan.

Mereka berharap aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan secepat mungkin agar roda perekonomian keluarga kembali berputar sembari menunggu pembangunan kembali Pasar Sepinggan. (rd)

Editor : Romdani.
Pasar Sepinggan penajam paser utara kota balikpapan olah tkp Kutai Barat