KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Desakan untuk revitalisasi Pasar Sepinggan di Kecamatan Balikpapan Selatan kembali menguat. Urgensi penataan pasar tradisional ini kian terasa setelah area tersebut beberapa kali diterpa musibah kebakaran.
Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sudah memasukkan penataan pasar ini ke dalam perencanaan resmi, realisasi pembangunan fisik di lapangan tampaknya masih harus tertunda.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengantongi dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk proyek revitalisasi Pasar Sepinggan.
Baca Juga: RSP Panorama Balikpapan Gelar KB Gratis dan Edukasi Kesehatan Reproduksi di Merdeka Sehat Fest 2026
Namun, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Balikpapan menjadi pengganjal utama realisasi fisik saat ini.
"Apalagi dana transfer ke daerah dari pusat juga dipotong," ujar Budiono.
Ia menambahkan, penurunan signifikan pada Bantuan Keuangan (Bankeu) serta serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum maksimal semakin memperketat ruang gerak anggaran kota.
Di sisi lain, dampak kebakaran membuat terlihat sebagian lapak pedagang kosong. “Itu karena kondisi lapak memang sudah tidak layak,” tegasnya.
Baca Juga: Curi Emas Demi Bayar Utang Biaya Pengobatan Orang Tua
Selain kondisi bangunan pasar, tata ruang kawasan juga menjadi pertimbangan penting. Lokasi Pasar Sepinggan berada cukup dekat dengan jalur pembangunan Jalan Tol IKN - Balikpapan Segmen 1A.
Seksi tol sepanjang kurang lebih 5,9 kilometer ini membentang dari arah Bandara SAMS Sepinggan hingga ke kawasan Polsek Balikpapan Selatan. Perencanaan tata kota sekitar pasar perlu diselaraskan dengan keberadaan akses transportasi menuju Ibu Kota Nusantara tersebut.
Budiono menegaskan bahwa Pemkot dan DPRD Balikpapan tetap berkomitmen untuk menata ulang Pasar Sepinggan begitu ketersediaan anggaran daerah kembali stabil.
"Jadi kita akan tata Pasar Sepinggan, tapi menunggu anggaran kita siap. Artinya kalau ada duit," pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto