Dari Membaca ke Berkarya, Siswa SMK Kesehatan Airlangga Mulai Hasilkan Buku

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:24 WIB
Siswa SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan mengikuti kegiatan literasi yang mendorong minat membaca hingga menghasilkan karya tulis. (NURON SETYA WIJAYA/KALTIM POST)
Siswa SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan mengikuti kegiatan literasi yang mendorong minat membaca hingga menghasilkan karya tulis. (NURON SETYA WIJAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kegiatan literasi di SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan tidak hanya diarahkan untuk membangun kebiasaan membaca. Dari aktivitas tersebut, siswa dan alumni juga didorong menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan hingga menghasilkan buku yang dicetak dan dipajang di lingkungan sekolah.

Upaya tersebut berjalan melalui komunitas literasi yang menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan. Komunitas ini menjadi ruang bagi siswa yang memiliki ketertarikan terhadap buku sekaligus memberi kesempatan untuk mengembangkan minat mereka dalam dunia kepenulisan.

Perwakilan Tim Literasi SKAKES, Lita, mengatakan kegiatan literasi di sekolah tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca. Menurutnya, siswa yang memiliki minat terhadap literasi juga diarahkan untuk mengembangkan potensi melalui karya.

Baca Juga: Selepas Tangani Borneo FC, Fabio Lefundes Kini Pimpin Proyek Baru Java United FC

“Terus ada dari alumni yang memang kita lihat potensinya. Dia buat buku dan kita cetakin dari sekolah,” kata Lita.

Salah satu karya yang telah dihasilkan merupakan buku fiksi karya alumni. Buku tersebut mendapat dukungan dari pihak sekolah untuk dicetak dan kini menjadi bagian dari koleksi karya yang dipajang di lingkungan sekolah.

Keberadaan karya tersebut menunjukkan bahwa aktivitas literasi dapat berkembang dari kebiasaan membaca menuju kemampuan menghasilkan tulisan. Buku yang lahir dari lingkungan sekolah tidak hanya menjadi hasil akhir, tetapi juga menjadi contoh bagi siswa lain bahwa ketertarikan terhadap bacaan dapat dikembangkan menjadi karya.

Lita mengatakan sejumlah buku karya siswa maupun guru juga telah dibuat dan dibawa dalam kegiatan literasi. Karya-karya tersebut masih dipajang di sekolah dan menjadi bagian dari aktivitas komunitas.

Menurutnya, proses tersebut menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang kepada siswa dan warga sekolah yang memiliki kemampuan atau ketertarikan dalam menulis. Dengan adanya wadah, gagasan yang sebelumnya hanya tersimpan dapat dikembangkan menjadi tulisan yang memiliki bentuk dan dapat dibaca orang lain.

Komunitas literasi tersebut juga menjadi tempat bertemunya siswa dari berbagai tingkat. Peserta berasal dari kelas 10, 11, dan 12, sementara kegiatan turut melibatkan guru serta alumni.

Baca Juga: Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei Secara Rahasia, Lokasi Gelap dan Tanpa Jabat Tangan

Aktivitas membaca tetap menjadi bagian penting dalam komunitas. Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada membaca buku. Peserta juga mengikuti sesi berbagi dan aktivitas lain yang mendorong mereka berinteraksi dengan bacaan maupun membicarakan pengalaman setelah membaca.

Pendekatan tersebut terlihat dalam kegiatan “Berteduh” atau Bersantai, Rehat, dan Teduh Bersama Buku yang digelar di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan Ulu, Balikpapan. Kegiatan itu menggabungkan sesi membaca dengan suasana santai di ruang terbuka.

Melalui kegiatan seperti itu, peserta diberikan ruang untuk menikmati buku sekaligus berinteraksi dengan peserta lainnya. Bagi komunitas, aktivitas membaca menjadi pintu awal untuk membangun ketertarikan yang lebih luas terhadap literasi, termasuk kepenulisan.

Lita berharap semakin banyak siswa yang berani mengembangkan potensi mereka melalui tulisan. Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis dapat berjalan beriringan karena keduanya saling mendukung dalam proses belajar.

“Harapannya semoga dengan membaca tingkat kemampuan secara pendidikan juga lebih meningkat,” ujarnya.

Dengan adanya komunitas literasi, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan berupaya menyediakan ruang bagi siswa untuk tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menghasilkan karya. Buku-buku yang telah dibuat menjadi bagian dari proses tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan literasi di lingkungan sekolah dapat berkembang dari membaca menuju menghasilkan tulisan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
SMK Kesehatan Erlangga Balikpapan literasi sekolah siswa Balikpapan buku karya siswa komunitas literasi