Semangat 17-an Menggema, Alumni SMEA 1 Balikpapan Kembali Kompak dalam Beragam Lomba

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:53 WIB
Alumni SMEA Negeri 1 Balikpapan angkatan 1987 atau ASTU ’87 mengikuti lomba untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (NURON SETYA WIJAYA/KALTIM POST)
Alumni SMEA Negeri 1 Balikpapan angkatan 1987 atau ASTU ’87 mengikuti lomba untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (NURON SETYA WIJAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Semangat menyambut Hari Kemerdekaan mulai terasa dalam pertemuan sekelompok sahabat lama di Balikpapan. Menjelang 17 Agustus, agenda silaturahmi rutin mereka diisi berbagai perlombaan sederhana yang menghadirkan suasana meriah sekaligus menjaga hubungan pertemanan yang telah terjalin sejak masa sekolah.

Para peserta yang rata-rata berusia 58 hingga 60 tahun tampak antusias mengikuti rangkaian permainan. Mengenakan pakaian bernuansa merah putih, mereka saling beradu ketangkasan dan kekompakan dalam permainan yang identik dengan perayaan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang rutin digelar setiap bulan. Memasuki Agustus, pertemuan kali ini dibuat berbeda dengan menambahkan sejumlah perlombaan sebagai bagian dari menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Harumkan Kaltim! Pelajar SMAN 1 Tanah Grogot Borong 6 Penghargaan di Malaysia

Kelompok tersebut dikenal dengan nama ASTU ’87, singkatan dari alumni SMEA Negeri 1 Balikpapan tahun 1987. Khusus dalam kegiatan kali ini, seluruh anggota yang hadir merupakan alumni dari angkatan tersebut yang kembali berkumpul setelah puluhan tahun melewati masa sekolah.

Ketua ASTU ’87, Muhammad Khusnan, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal dibangun sebagai ruang untuk menjaga silaturahmi. Pertemuan tidak hanya menjadi kesempatan untuk bertemu dan bernostalgia, tetapi juga menjadi wadah bagi para sahabat lama untuk tetap menjaga komunikasi di tengah kesibukan masing-masing.

“Kegiatan kita ini murni silaturahmi, rutin bulanan, yang kebetulan Agustus kita selingi dengan kegiatan sederhana, tetapi ada semangatnya,” ujar Khusnan.

Sejumlah perlombaan disiapkan untuk menghidupkan suasana. Untuk kategori individu, peserta mengikuti tusuk jarum, memancing pensil dalam botol, sangkar burung, minum Yakult, estafet kardus, dan sambung kata.

Sementara itu, kategori kelompok diisi dengan makan pisang, joget sedotan, estafet hanger, serta estafet gelas sedotan. Permainan tersebut menggunakan perlengkapan sederhana, tetapi tetap membutuhkan ketangkasan dan koordinasi antarpeserta.

Dalam salah satu permainan, peserta harus membentuk kelompok dan bekerja sama menyelesaikan tantangan. Suasana semakin ramai ketika peserta saling memberikan dukungan dan tertawa melihat tingkah teman mereka selama mengikuti perlombaan.

Baca Juga: TKD Kaltim Terlambat Disalurkan Pusat, DPRD Ingatkan Dampaknya ke Pelayanan Publik

Bagi Khusnan, kemeriahan tersebut justru menjadi bagian penting dari pertemuan. Di usia yang tidak lagi muda, kesempatan untuk berkumpul dan melakukan aktivitas bersama menjadi hiburan tersendiri bagi para anggota.

“Orang-orang tua ini kan kapan lagi kita kumpul-kumpul. Mereka bisa tertawa lepas, bisa happy lepas. Saya hanya memfasilitasi supaya mereka bisa happy,” katanya.

Hubungan para anggota ASTU ’87 tidak hanya terpusat di Balikpapan. Sejumlah anggota datang dari Samarinda, Tenggarong, hingga Samboja untuk mengikuti pertemuan.

Lokasi kegiatan pun berpindah-pindah, mulai dari kawasan Pantai Lamaru, Pantai Manggar, sejumlah ruang terbuka di Balikpapan, hingga Samboja dan Samarinda.

Tidak semua anggota selalu dapat hadir dalam setiap pertemuan. Kesibukan dan kegiatan masing-masing membuat jumlah peserta berubah. Karena itu, mereka menyesuaikan lokasi dan kegiatan agar silaturahmi tetap dapat berjalan.

Khusnan mengatakan hubungan tersebut telah terjaga sejak masa sekolah dan terus dipertahankan hingga sekarang. Setelah lulus pada 1987, para alumni menjalani kehidupan masing-masing dengan pekerjaan dan aktivitas yang berbeda. Namun, hubungan pertemanan itu terus dipelihara hingga akhirnya berkembang menjadi agenda pertemuan rutin.

Selain menjaga pertemanan, Khusnan juga menerapkan prinsip agar status sosial tidak menjadi pembeda di dalam perkumpulan. Menurut dia, setiap anggota memiliki latar belakang pekerjaan, kondisi ekonomi, dan kehidupan keluarga yang berbeda.

Perbedaan tersebut, kata dia, tidak boleh membuat seseorang merasa lebih rendah atau lebih tinggi ketika berada dalam kelompok.

“Kita tidak pernah membahas, membedakan atau mempermasalahkan status sosial. Itu sangat saya larang,” tegasnya.

Prinsip itu juga berlaku bagi anggota baru yang ingin bergabung. Mereka terbuka menerima anggota baru, tetapi setiap orang diharapkan memahami bahwa perkumpulan tersebut dibangun atas dasar pertemanan dan kebersamaan.

Baca Juga: Dari Membaca ke Berkarya, Siswa SMK Kesehatan Airlangga Mulai Hasilkan Buku

Khusnan mengatakan para anggota seharusnya kembali melihat hubungan mereka seperti ketika masih menjadi pelajar. Saat itu, pertemanan terbentuk tanpa melihat latar belakang ekonomi ataupun status pekerjaan.

“Apapun status sosial kita, anggap saja kita dulu masih sekolah. Kalau kita sekolah, kita sama semua,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga suasana tersebut menjadi salah satu alasan hubungan para sahabat lama itu tetap solid. Mereka dapat bertemu tanpa harus membawa perbedaan kehidupan masing-masing ke dalam kegiatan.

Kini, menjelang 17 Agustus, semangat tersebut kembali terlihat melalui perlombaan sederhana. Tusuk jarum, memancing pensil dalam botol, estafet kardus, makan pisang, hingga estafet gelas sedotan menjadi cara mereka menikmati momentum kemerdekaan sekaligus menghidupkan kembali suasana lomba yang lekat dengan perayaan 17-an.

Bagi para alumni ASTU ’87, perlombaan bukan semata soal siapa yang menjadi pemenang. Di balik permainan sederhana itu terdapat kesempatan untuk kembali bertemu, bercanda, dan menjaga hubungan yang telah berjalan selama puluhan tahun.

Semangat kemerdekaan pun hadir dalam bentuk yang sederhana: berkumpul bersama sahabat lama, saling menyemangati dalam perlombaan, dan memastikan silaturahmi tetap terjaga meski usia terus bertambah. (*)

Editor : Ery Supriyadi
HUT ke-81 RI ASTU 87 Balikpapan alumni SMEA Negeri 1 Balikpapan silaturahmi alumni lomba 17 agustus