KALTIMPOST.ID-Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya bergerak melalui pembangunan gedung, jalan, dan berbagai infrastruktur pendukung.
Upaya menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota masa depan dengan konsep forest city.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penanaman 1.708 bibit pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kolam Retensi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai, Nusantara, Sabtu (15/8).
Kegiatan yang digelar Otorita IKN itu mengusung tema “Merdeka Bersama Alam” dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Meninggal setelah Tiga Hari Pencarian di Perairan Balikpapan
Penanaman tersebut sekaligus diarahkan untuk memecahkan Rekor MURI kategori Penanaman Bibit Pohon Terbanyak di Taman Kota. Sejumlah unsur dilibatkan, termasuk pimpinan perguruan tinggi dan organisasi alumni.
Rektor Universitas Mulia (UM) Agung Sakti Pribadi menjadi salah satu peserta yang terlibat langsung.
Menurutnya, partisipasi perguruan tinggi memiliki makna lebih luas daripada sekadar mengikuti kegiatan penanaman pohon.
“Bagi Universitas Mulia, kehadiran dalam penanaman pohon di IKN pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar bentuk partisipasi seremonial, tetapi merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan IKN yang berkelanjutan,” kata Agung.
Ia menilai konsep forest city menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota harus berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan. Karena itu, pembangunan fisik IKN perlu tetap menjaga keseimbangan ekologis kawasan.
Otorita IKN sendiri menempatkan konsep kota hutan sebagai bagian penting dalam arah pembangunan Nusantara.
Penanaman pohon menjadi salah satu upaya meningkatkan tutupan vegetasi, memulihkan fungsi ekologis kawasan, sekaligus membangun identitas ibu kota baru sebagai kota yang hijau dan lestari.
Baca Juga: Miris! Segini Gaji Pengupas Bawang di Balikpapan Per Kilogram, Beda Jauh dari Kata Presiden Prabowo
Sebanyak 1.708 bibit yang ditanam terdiri atas beragam tanaman lokal dan endemik Kalimantan serta tanaman serbaguna.
Jenisnya antara lain ulin, bangkirai, meranti, gaharu, beringin, nyatoh, keruing, pulai, salam, laban, dan balangeran.
Menurut Agung, penanaman pohon menjadi investasi ekologis yang manfaatnya baru akan dirasakan dalam jangka panjang.
Karena itu, kegiatan penghijauan tidak cukup berhenti pada penanaman, tetapi membutuhkan komitmen untuk menjaga dan merawat tanaman hingga tumbuh.
“Menanam pohon adalah simbol sederhana, tetapi memiliki makna strategis. Pohon yang kita tanam hari ini merupakan investasi ekologis untuk masa depan, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan IKN yang hijau, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan IKN, lanjut Agung, juga dapat dilakukan dalam cakupan lebih luas.
Kampus memiliki sumber daya pengetahuan, teknologi, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia yang dapat mendukung pembangunan kota baru.
Universitas Mulia, menurutnya, ingin mengambil posisi sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berada di sekitar kawasan IKN.
Kampus juga ingin menjadi mitra yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan Nusantara dan Kalimantan Timur.
Baca Juga: IKN Dinilai Siap Gelar Kegiatan Kenegaraan, Akademisi Dorong Siapkan Paket Wisata Khusus
“Universitas Mulia ingin hadir bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai mitra yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan IKN dan Kaltim,” katanya.
Agung juga mengingatkan generasi muda agar melihat pembangunan dari perspektif yang lebih luas.
Kemajuan suatu kawasan tidak cukup hanya diukur dari kecanggihan teknologi, pembangunan gedung, maupun tersedianya infrastruktur.
Aspek lingkungan perlu menjadi perhatian karena pembangunan hari ini akan menentukan kualitas ruang hidup generasi berikutnya.
“Pembangunan bukan hanya tentang teknologi, gedung, dan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga bumi sebagai tempat kehidupan. Karena itu, generasi muda harus memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan kecil, termasuk menanam dan merawat satu pohon, merupakan bagian dari tanggung jawab besar terhadap masa depan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diarahkan mendokumentasikan pohon yang ditanam melalui sistem Jejak Penanaman.
Partisipasi peserta ditampilkan secara langsung melalui videotron dan menjadi bagian dari pencatatan upaya pemecahan Rekor MURI.
Bagi Universitas Mulia, keterlibatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan melihat pembangunan IKN dari dekat.
Nusantara tidak hanya dipandang sebagai proyek pemindahan pusat pemerintahan, tetapi kawasan baru yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai sektor lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pertumbuhan IKN tidak kehilangan pijakan ekologis di tengah percepatan pembangunan kawasan.
Baca Juga: IKA UB Kaltim Ikut Tanam 1.708 Pohon di IKN, Aksi Merdeka Bersama Alam Pecahkan Rekor MURI
Agung berharap penanaman 1.708 pohon tidak berhenti menjadi agenda satu hari. Semangat penghijauan perlu berlanjut melalui perawatan pohon dan keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan Nusantara.
“Semoga ‘jejak hijau’ yang ditanam hari ini menjadi simbol bahwa Universitas Mulia bersama generasi muda siap menjadi bagian dari pembangunan IKN yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan—sebuah kota masa depan yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga harmonis dengan alam,” pungkasnya. (UM/mra/adv/rd)
Editor : Romdani.