Waduh Gawat! Banyak Pelajar di Balikpapan Ditemukan Mengalami Gangguan Mata, Hasil dari CGK

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:27 WIB
Puskesmas Gunung Samarinda yang mengejar target capaian CKG. (FOTO AINUR/KP)
Puskesmas Gunung Samarinda yang mengejar target capaian CKG. (FOTO AINUR/KP)

KALTIMPOST.ID-Gangguan kesehatan mata dan gigi menjadi temuan yang cukup dominan dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) bagi anak sekolah di wilayah Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.

Sementara penyakit seperti diabetes, gagal ginjal, maupun hipertensi masih jarang ditemukan pada kelompok tersebut.

Kepala Puskesmas Gunung Samarinda dr Petty Ariani mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendeteksi persoalan kesehatan anak sejak dini.

Selain gangguan penglihatan, tenaga kesehatan menemukan sejumlah siswa mengalami gigi berlubang hingga persoalan kebersihan telinga. “Kalau anak sekolah, penyakit gula jarang. Lebih banyak ke gigi dan mata,” ujar Petty, Selasa (18/8).

Baca Juga: Bandara IKN Segera Dibuka untuk Umum dan Penerbangan Internasional, Berpotensi Layani Jamaah Haji

Setiap temuan kemudian disampaikan kepada sekolah dan orang tua agar dapat ditindaklanjuti. Khusus siswa sekolah dasar, hasil pemeriksaan juga dapat dicatat dalam rapor kesehatan sebagai sarana pemantauan kondisi anak.

Hasil CKG yang telah masuk dalam sistem dapat dikirimkan kepada peserta melalui WhatsApp. Kondisi kesehatan dapat dilihat berdasarkan sejumlah indikator, termasuk berat badan, tekanan darah, hingga faktor risiko kesehatan lainnya.

“Kadang kami juga yang update rapornya. Nanti orang tua yang memantau. Kalau butuh tindak lanjut, kami sampaikan kepada orang tua, anak ini butuh ke sini dan ke sini sesuai kebutuhannya,” jelasnya.

Petty mengatakan pemeriksaan juga mempertimbangkan riwayat penyakit keluarga, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Faktor keturunan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebutuhan pemantauan lanjutan.

Karena itu, CKG tidak semata menjadi pemeriksaan sesaat, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk mendeteksi risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi persoalan lebih serius.

Secara umum, pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan minimal sekali dalam setahun. Namun, masyarakat dengan kondisi prehipertensi, hipertensi, prediabetes, maupun faktor risiko tertentu memerlukan pemantauan lebih sering sesuai hasil pemeriksaan.

“Kalau ada faktor risiko dari orang tua, bagusnya memang rutin CKG. Misal tahun ini belum ada, alhamdulillah, kembali lagi tahun depan untuk cek,” pungkas Petty. (rd)

Editor : Romdani.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Cek Kesehatan Gratis (CKG) Gangguan Mata ibu kota nusantara puskesmas Balikpapan tetap buka