5.000 Pencari Kerja Terdata di Balikpapan, Disnaker Ungkap Tantangan agar Bisa Terserap

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar. (FOTO AINUR ROFIAH/KP)
Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar. (FOTO AINUR ROFIAH/KP)

KALTIMPOST.ID-Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan mencatat sekitar 5.000 pencari kerja telah terdaftar melalui layanan kartu AK-1 hingga akhir Juli 2026.

Pendataan menjadi salah satu dasar pemerintah memetakan kebutuhan program ketenagakerjaan di Kota Minyak.

Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar mengatakan, pendataan pencari kerja melalui AK-1 merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

Data tersebut diperlukan untuk mengetahui jumlah masyarakat yang tengah mencari pekerjaan sekaligus menjadi acuan dalam meningkatkan kesempatan kerja.

Baca Juga: Balikpapan Selatan Matangkan CFD, Libatkan 40 UMKM dan Siapkan 10 Ribu Kupon Jalan Sehat

“Terkait dengan kesempatan tenaga kerja, yang diawali dengan pendataan pencari kerja melalui AK-1. Sampai akhir Juli, sudah ada kurang lebih 5.000 pencari kerja yang tercatat,” kata Adamin, Rabu (19/8).

Selain melakukan pendataan, Disnaker telah menggelar job fair untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Kegiatan tersebut diharapkan membuka akses terhadap lowongan sekaligus membantu perusahaan mendapatkan pekerja sesuai kebutuhan.

Adamin menjelaskan, peningkatan kesempatan kerja menjadi salah satu dari tiga fungsi utama yang dijalankan Disnaker. Upaya lainnya dilakukan melalui program pelatihan bagi pencari kerja.

Pelatihan diperlukan karena sebagian pencari kerja belum dapat terserap ke dunia kerja akibat belum memenuhi sejumlah persyaratan.

Di antaranya kepemilikan sertifikasi kompetensi maupun pengalaman kerja. “Kami berupaya memberikan pelatihan, meskipun jumlahnya masih terbatas,” ujarnya.

Baca Juga: Bandeng Gratis Torani Diserbu Warga Balikpapan, 3.000 Porsi Ludes Cepat, 1.000 Porsi Cuma 30 Menit!

Menurut Adamin, Disnaker menjalankan beberapa jenis pelatihan. Salah satu program telah dilaksanakan dan selesai pada April 2026.

Selain menyasar pencari kerja, peningkatan kapasitas juga diarahkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Disnaker menjalankan program peningkatan produktivitas yang hingga kini telah memasuki angkatan kedua.

Rangkaian program tersebut menjadi upaya mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas alternatif kegiatan produktif bagi masyarakat. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Karyoto Komjen Fadil Imran ibu kota nusantara tenaga kerja pencari kerja