KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kebakaran lahan terjadi di kawasan Jalan Mayjend Sutoyo RT 04, belakang UPTD Puskesmas Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah.
Piket Respon Bencana Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim langsung dikerahkan setelah menerima informasi mengenai api yang merembet dari aktivitas pembakaran sampah.
Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 18.00 Wita. Tim yang dipimpin Aipda Nauval Abdullah bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah kobaran api meluas ke area lain.
Berdasarkan informasi awal, api berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke lahan di sekitar lokasi.
Baca Juga: Humas Polda Kaltim Sambangi SKK Migas, Bahas Penguatan Komunikasi Industri Migas
Kondisi tersebut mendapat perhatian karena kebakaran lahan berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan, terutama ketika terdapat vegetasi atau material kering dan angin sekitar titik api.
Setibanya di lokasi, personel Brimob bersama warga dan petugas terkait langsung melakukan upaya pemadaman. Penanganan dilakukan dengan menyasar titik-titik api sekaligus mengantisipasi kemungkinan kobaran menjalar ke area yang lebih luas.
Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Ronny Suseno melalui Danyon A Pelopor Kompol Iwan Pamuji mengatakan, personel langsung bergerak setelah menerima laporan untuk mengendalikan situasi.
“Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman dilakukan bersama warga dan akhirnya padam. Kami memastikan api tidak meluas dan tidak menimbulkan dampak lebih besar,” jelasnya.
Baca Juga: Polwan Ditlantas Polda Kaltim Turun ke Baru Ilir, Ratusan Paket Minyak Goreng Dibagikan
Penanganan kebakaran lahan tersebut melibatkan masyarakat di sekitar lokasi. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api mendekati kawasan permukiman maupun fasilitas umum di sekitar lokasi.
Kejadian ini menjadi pengingat mengenai bahaya pembakaran sampah yang tidak diawasi. Api yang awalnya digunakan untuk membakar sampah dapat merambat ke vegetasi kering dan berubah menjadi kebakaran lahan apabila kondisi lingkungan mendukung.
“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan,” pintanya.
Jika pembakaran dilakukan, api harus dipastikan benar-benar padam sebelum lokasi ditinggalkan. Langkah sederhana tersebut penting untuk mengurangi risiko munculnya titik api baru. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo