Kicau Mania Balikpapan, Ketika Hobi Burung Satukan Beragam Usia dan Profesi

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:55 WIB
Kicau Mania Balikpapan berkumpul di area Balikpapan Tennis Stadium, dipersatukan hobi burung kicau tanpa sekat usia dan pekerjaan. (NURON SETYA WIJAYA/KALTIM POST)
Kicau Mania Balikpapan berkumpul di area Balikpapan Tennis Stadium, dipersatukan hobi burung kicau tanpa sekat usia dan pekerjaan. (NURON SETYA WIJAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Hobi burung kicau menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Di area Balikpapan Tennis Stadium, para penghobi dari berbagai usia dan pekerjaan berkumpul dalam satu lingkungan yang mempertemukan mereka melalui kesamaan minat.

Perbedaan di antara para penghobi tidak menjadi batas dalam membangun komunikasi. Ketika berada di lingkungan Kicau Mania, mereka tidak lagi melihat seseorang berdasarkan pekerjaan maupun usia, tetapi sebagai sesama penghobi yang memiliki ketertarikan terhadap burung kicau.

Penanggung Jawab sekaligus salah satu owner BBS Sangkar Balikpapan, Toni, mengatakan keberagaman tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan Kicau Mania. Menurutnya, hobi dapat menjadi jembatan yang membuat orang dengan kehidupan berbeda bisa bertemu dan berinteraksi dalam suasana yang lebih akrab.

Baca Juga: Paser Larang Pembakaran Sampah Terbuka, Antisipasi Karhutla dan Polusi Udara

“Dari berbagai macam usia dan berbagai macam golongan pekerjaan itu menjadi satu. Kita di sini semua sama rata,” ujar Toni.

Menurut Toni, kesamaan hobi membuat para penghobi memiliki ruang komunikasi yang lebih luas. Mereka dapat berbincang, bertukar pengalaman, hingga mengenal satu sama lain meskipun dalam keseharian memiliki lingkungan pergaulan yang berbeda.

Interaksi itu tidak selalu dimulai dari hubungan yang sudah terjalin sebelumnya. Ada penghobi yang datang dengan lingkungan dan aktivitas masing-masing, kemudian menemukan teman baru ketika berada dalam komunitas karena memiliki kesukaan yang sama.

Dari sinilah hobi burung kicau memiliki nilai sosial. Kegiatan yang pada awalnya hanya berkaitan dengan kegemaran memelihara dan merawat burung dapat berkembang menjadi kesempatan untuk memperluas pertemanan serta membangun hubungan antarmasyarakat.

Perbedaan usia juga tidak menjadi persoalan. Penghobi yang lebih muda dapat berinteraksi dengan mereka yang lebih senior. Pengalaman yang berbeda justru dapat menjadi bahan untuk saling berbagi, baik mengenai hobi maupun pengalaman selama berada di lingkungan komunitas.

Hal yang sama berlaku pada perbedaan pekerjaan. Para penghobi tidak harus memiliki profesi yang sama untuk dapat merasa dekat. Kesamaan minat memberikan bahan pembicaraan sekaligus menjadi dasar untuk membangun komunikasi tanpa mempermasalahkan latar belakang masing-masing.

Baca Juga: Peralihan Pengelola Mal Lembuswana Memicu Gejolak, DPRD Kaltim Langsung Turun Lapangan

Toni menilai kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipertahankan. Menurutnya, keberagaman dalam komunitas bukan sesuatu yang harus dipisahkan, tetapi dapat menjadi kekuatan apabila setiap anggota mampu menjaga sikap saling menghargai.

“Di sini semua sama rata,” katanya.

Ia berharap suasana kebersamaan tersebut dapat terus dijaga oleh para penghobi Kicau Mania di Balikpapan. Baginya, kekompakan tidak hanya terbentuk karena sering bertemu, tetapi juga karena setiap orang memiliki kemauan untuk menghargai dan menerima perbedaan yang ada.

“Harapan saya ke depannya komunitas Kicau Mania Balikpapan tetap bersatu, tidak berpecah belah, dan silaturahminya tetap terjaga dalam satu wadah hobi, yaitu Kicau Mania,” tuturnya.

Menurut Toni, komunitas yang mampu menjaga hubungan dengan baik dapat memberikan dampak positif bagi para anggotanya. Selain memiliki tempat untuk menyalurkan kegemaran, mereka juga mendapatkan ruang untuk memperluas pergaulan dan membangun relasi dengan masyarakat dari latar belakang yang berbeda.

Nilai kebersamaan tersebut juga dapat menjadi contoh bahwa kegiatan berbasis hobi tidak selalu bersifat individual. Ketika dilakukan bersama dalam sebuah komunitas, hobi dapat menjadi sarana mempertemukan orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal dan membuka kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih luas.

Bagi masyarakat, ruang interaksi seperti ini memiliki manfaat tersendiri. Pertemuan lintas usia dan pekerjaan dapat mendorong komunikasi yang lebih terbuka, menumbuhkan rasa saling menghargai, serta menciptakan lingkungan pergaulan yang tidak dibatasi oleh perbedaan latar belakang.

Pada akhirnya, burung kicau menjadi titik temu, tetapi kebersamaan menjadi nilai yang membuat komunitas tetap berjalan. Di area Balikpapan Tennis Stadium, para penghobi menunjukkan bahwa satu hobi dapat mempertemukan banyak orang dengan kehidupan yang berbeda dan menjadikannya bagian dari satu lingkungan yang sama. (*)

Editor : Ery Supriyadi
burung kicau Kicau Mania Balikpapan komunitas Balikpapan BBS Sangkar BALIKPAPAN TENNIS STADIUM