KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat pengawasan wilayah melalui program Balikpapan Connectivity (B-Connect). Sebanyak 167 unit closed-circuit television (CCTV) yang tersebar di berbagai titik kini aktif memantau pergerakan kendaraan dan aktivitas warga secara real-time.
Selain meningkatkan keamanan kota, B-Connect memudahkan masyarakat memantau kondisi lalu lintas langsung melalui ponsel pintar menggunakan aplikasi B-Connect.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, rekaman CCTV sangat membantu petugas memetakan kronologi ketika terjadi insiden atau tindak kriminalitas di jalan.
Baca Juga: Biar Tak Tabrak Aturan Pusat! Pansus MBLB DPRD Kaltim Hati-Hati Garap Raperda Tambang
“Semua terlihat dan terekam jelas, baik tanggal maupun waktunya. Mudah-mudahan sistem ini mampu tetap menjaga kondisi Kota Balikpapan,” ujar Rahmad.
Rahmad menegaskan, akses terhadap rekaman CCTV terkait tindak kejahatan atau insiden bersifat privat sehingga tidak dapat dibuka sembarangan untuk publik. Pemkot juga menargetkan perluasan jangkauan kamera pengawas pada tahun depan hingga ke area permukiman warga.
“Fasilitas ini targetnya terpasang di setiap sudut kota, termasuk rumah dan gang permukiman. Ini memberikan jaminan kepada warga bahwa kita hidup dalam keadaan aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut,” lanjutnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan M. Fadli Pathurrahman menjelaskan, basis data B-Connect terbagi menjadi dua kategori utama, yakni informasi kondisi lalu lintas yang dapat diakses publik dan data internal yang bersifat rahasia.
“Sesuai kebutuhan masyarakat untuk mengetahui situasi traffic saat ingin beraktivitas sehari-hari, informasi tersebut kami sampaikan secara update,” kata Fadli.
Untuk mendukung kelancaran pemantauan dan mencegah kendala akses, Dishub Balikpapan berencana meningkatkan kapasitas bandwidth internet sistem tersebut secara bertahap.
“Sebelumnya kapasitas jaringan hanya 50 Mbps (megabit per second). Tahun ini dan tahun berikutnya akan kami tingkatkan hingga sekitar 200 Mbps,” jelasnya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Tak Tanggung 21 Jenis Layanan Ini, Ada Operasi Plastik, Behel dan Pengobatan Infertil
Fadli berharap masyarakat dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk memperkirakan waktu tempuh dan memilih jalur alternatif berdasarkan pantauan kondisi lalu lintas maupun cuaca di lokasi tujuan.
Tak hanya untuk pemantauan lalu lintas, data B-Connect juga menjadi dasar dalam penertiban jalan raya. Dishub Balikpapan siap mengambil tindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera.
“Kami nantinya menerapkan sanksi penempelan stiker pelanggaran, penggembosan ban, hingga penderekan kendaraan,” tegas Fadli. (*)
Editor : Ery Supriyadi