KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pertamina Patra Niaga menyatakan kesiapannya menjalankan aturan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan terkait Penyaluran BBM Bersubsidi Jenis Biosolar dan Pertalite. Sebagai upaya mengurai penumpukan kendaraan di SPBU, Pertamina akan menambah lima titik SPBU penyalur Pertalite, khususnya bagi kendaraan roda dua.
Langkah ini diambil untuk merespons keluhan warga Kota Minyak yang sering menghadapi antrean panjang, terutama di SPBU yang melayani BBM bersubsidi.
"Kami berkomitmen mendukung kebijakan ini karena tujuannya untuk memecah antrean agar tidak menumpuk di titik-titik tertentu saja," ujar Sales Area Manager Retail Kalimantan Timur dan Utara Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fajri.
Baca Juga: Smansa Balikpapan Tantang Smansa Bontang di Final BSG Cup
Narotama mencontohkan kondisi di wilayah Balikpapan Timur yang selama ini belum memiliki SPBU penyalur Pertalite. Imbasnya, warga terpaksa menumpuk di SPBU Sepinggan dan SPBU Stalkuda sebagai opsi terdekat.
Melalui skema baru dalam SE tersebut, Pertamina membuka penyaluran Pertalite khusus kendaraan roda dua di SPBU Batakan dan SPBU Teritip. Selain itu, redistribusi penyaluran juga dilakukan di kawasan lain.
"Antrean yang selama ini terjadi di SPBU Karang Anyar akan dipecah ke SPBU Kebun Sayur. Begitu pula antrean di SPBU Soekarno-Hatta Km 4 dan Km 9, kami akan menyalurkan Pertalite di SPBU Grand City dan SPBU MT Haryono depan Majesty," jelasnya.
Terkait dengan alokasi volume, Narotama menegaskan bahwa posisi Pertamina Patra Niaga murni sebagai pelaksana penyaluran. Adapun kewenangan penetapan kuota BBM bersubsidi berada di tangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Saat ini, Pemerintah Kota Balikpapan telah melayangkan surat resmi kepada BPH Migas untuk mengajukan penambahan kuota Biosolar dan Pertalite.
"Saat ini stok masih terkontrol, tetapi jumlah pengguna memang sudah over (melebihi kapasitas). Karena itu, pemerintah kota bersurat meminta tambahan kuota," ungkap Narotama.
Sembari menunggu keputusan dari BPH Migas, Pertamina akan mengoptimalkan kuota berjalan yang ada, termasuk untuk menyuplai lima SPBU tambahan mulai 1 September 2026.
"Sementara ini kami memaksimalkan kuota yang ada. Harapannya usulan penambahan kuota disetujui BPH Migas agar penyaluran BBM bersubsidi di Balikpapan tetap aman dan konsisten," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki