Imbas Karhutla di Kalsel, Dua Penerbangan dari Bandara Sepinggan Sempat Terlambat

Dina Angelina • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:42 WIB
SEDIKIT TERLAMBAT: Suasana penumpang dan pesawat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Operasional penerbangan dipastikan aman dan keterlambatan rute tertentu hanya dipicu oleh kendala rotasi pesawat akibat asap di bandara tujuan. (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)
SEDIKIT TERLAMBAT: Suasana penumpang dan pesawat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Operasional penerbangan dipastikan aman dan keterlambatan rute tertentu hanya dipicu oleh kendala rotasi pesawat akibat asap di bandara tujuan. (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)

BALIKPAPAN — PT Angkasa Pura Indonesia memastikan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, tetap berjalan aman dan normal di tengah musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang sejumlah wilayah di Kalimantan.

​General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ada keterlambatan (delay) penerbangan yang dipicu langsung oleh kondisi udara di Balikpapan. 

Keterlambatan penerbangan baru tercatat pada Rabu (26/8/2026), khusus pada rute Balikpapan–Banjarmasin yang dilayani maskapai Wings Air dan Citilink. Keterlambatan tersebut murni terjadi akibat efek domino rotasi pesawat dari daerah tujuan yang terkendala kabut asap.

​"Wings Air IW 1395 rute Balikpapan–Banjarmasin yang dijadwalkan berangkat pukul 07.55 WITA sempat mengalami delay due to smoke (keterlambatan akibat asap) di Banjarmasin. Pesawat baru bisa diberangkatkan pukul 09.34 WITA," ujar Iwan kepada Kaltim Post, Rabu (26/8/2026).

​Kondisi serupa dialami Citilink nomor penerbangan QG 1494. Pesawat yang dijadwalkan lepas landas pukul 10.35 WITA baru dapat berangkat pukul 11.35 WITA dari Balikpapan karena menunggu status cuaca di Banjarmasin.

​Iwan menegaskan, penundaan penerbangan terjadi karena maskapai harus menunggu kedatangan pesawat dari Banjarmasin terlebih dahulu sebelum terbang kembali menuju lokasi yang sama.

​"Penyebab delay akibat rotasi pesawat dari Kalimantan Selatan atau penerbangan asal. Balikpapan harus menunggu pesawat tersebut," jelasnya. Di kawasan Kalimantan, Bandara SAMS Sepinggan memiliki rute penerbangan langsung ke wilayah yang tercatat memiliki titik panas (hotspot) cukup besar, yaitu Banjarmasin dan Pontianak.

​Meski demikian, Iwan memastikan operasional di Balikpapan berada dalam status normal (normal operation). ​"Jarak pandang (visibility) di Balikpapan masih normal. Selama ini penerbangan dari Balikpapan dapat berangkat dan terbang tanpa kendala," tegas Iwan.

​Penerbangan dari Balikpapan ke destinasi lain di luar Kalimantan, seperti Surabaya, Semarang, maupun Jakarta, juga dipastikan sama sekali tidak terdampak oleh karhutla.

​"Semoga kondisi udara selalu aman sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan ke depannya," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
dampak karhutla Bandara SAMS Sepinggan normal R. Iwan Winaya Mahdar