Pemkot Siapkan Rp17 Miliar Ambil Alih Operasional Bacitra pada 2027

Dina Angelina • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:22 WIB
i

SEGERA DIAMBIL ALIH: Armada bus Balikpapan City Trans (Bacitra) saat kali pertama melayani penumpang di drop off - pick up di Plaza Balikpapan, Kamis (27/8/2026). Pemkot Balikpapan menyiapkan anggaran Rp17 miliar untuk mengambil alih operasional penuh Bacitra dari Kemenhub pada 2027. (FOTO: DINA ANGELINA/KP)

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersiap mengambil alih penuh operasional bus perkotaan Balikpapan City Trans (Bacitra) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2027 mendatang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan moda transportasi massal yang kian diminati masyarakat tersebut.

​Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengalokasian anggaran daerah untuk mendukung skema pengambilalihan (handover) tersebut.

​“Tahun 2027, kami sudah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp17 miliar untuk menggantikan operasional Bacitra yang sebelumnya dari Kemenhub akan kami pegang full,” ujar Agus.

​Sebagai bagian dari persiapan transisi tersebut, skema tarif Bacitra kini sedang dalam tahap kajian. Pemkot merencanakan pemberlakuan tarif bertahap berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per sekali jalan (tap).

​“Sekarang tarif belum berlaku karena operasional Bacitra masih di bawah naungan Kemenhub. Begitu handover, kita kenakan tarifnya,” tambahnya.

​Langkah ini diambil mengingat Balikpapan memegang peran vital dalam mengawal pembangunan nasional, yang berimplikasi pada lonjakan mobilitas warga serta logistik. 

Arah kebijakan pembangunan kota pun difokuskan pada percepatan konektivitas dan integrasi transportasi publik yang aman dan nyaman, sejalan dengan visi 'Balikpapan Nyaman untuk Semua'.

​“Bagaimana kita mengelola transportasi publik untuk mengantisipasi kemacetan di masa depan. Bacitra merupakan fondasi penting dalam budaya bertransportasi masyarakat,” tegas Agus.

​Tingginya antusiasme warga terlihat dari catatan operasional Bacitra per Agustus 2026. Saat ini, sebanyak 21 unit armada melayani tiga koridor utama dengan dukungan 3 unit armada cadangan. Tingkat keterisian (okupansi) penumpang tercatat mencapai 93 persen hingga 140 persen.

​“Ini menunjukkan bagaimana transportasi massal berkonsep buy the service (BTS) sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

​Selain menyiapkan alokasi anggaran operasional armada, Pemkot Balikpapan juga berkomitmen merencanakan pembangunan fasilitas pendukung secara matang. 

Hal ini mencakup penyediaan halte di koridor utama serta titik jemput dan antar (pick up and drop off) di simpul-simpul strategis untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. (*)

Editor : Ismet Rifani
2027 ambil alih bacitra kemenhub Agus Budi Prasetyo