BALIKPAPAN – Yayasan Patra Dharma Mandiri Balikpapan (YPDM) memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui kemitraan dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Salah satu implementasinya diwujudkan lewat seminar pendidikan yang menghadirkan tiga guru besar ITS di SMA Patra Dharma Balikpapan, Jumat (28/8).
Seminar tersebut diikuti ratusan wali murid. Hadir Kepala SMA Patra Dharma Balikpapan Sukarto, Ketua YPDM Eko Suhartono, serta Pengawas Yayasan Patra Dharma Mandiri drg. Achyar.
Tiga guru besar ITS yang menjadi narasumber yakni Prof Aulia Siti Aisjah dari Departemen Teknik Fisika, Prof Widiyastuti, serta Prof Lailatul Qadariyah dari Departemen Teknik Kimia.
Ketua YPDM Eko Suhartono mengatakan kehadiran tiga guru besar tersebut menjadi kesempatan penting bagi yayasan maupun orang tua untuk mendapatkan perspektif mengenai pendidikan di tengah perubahan zaman.
“Ini adalah momen yang sangat bagus untuk kami Yayasan Patra Dharma Mandiri Balikpapan untuk memberikan solusi terbaik untuk anak-anak kita, generasi emas kita, agar pendidikan ke depan anak-anak paham betul bagaimana mengatasi masalah di zaman yang semakin kompleks ini,” ujarnya.
Menurut Eko, kemajuan teknologi dan perubahan pola pembelajaran harus diimbangi dengan penguatan karakter. Pendidikan, kata dia, tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik dan penguasaan teknologi.
“Generasi emas ini perlu kita jaga karakter yang baik, akhlak yang baik sehingga walaupun dia di mana pun nanti akan tetap baik di dalam profesi apa pun yang dijalani,” katanya.
Kerja sama dengan ITS menjadi bagian dari upaya YPDM menyiapkan siswa menghadapi tuntutan pendidikan modern. Kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi berlanjut pada pengembangan kualitas sekolah.
Pengawas YPDM drg. Achyar mengatakan kemitraan dengan ITS merupakan bagian dari perjuangan yayasan agar kualitas pembelajaran terus meningkat.
Menurutnya, persaingan antarsekolah swasta di Balikpapan semakin ketat. YPDM yang membawahi jenjang pendidikan mulai TK hingga SMA dituntut terus berinovasi agar mampu mempertahankan eksistensi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.
“Inilah yang membuat kita bagaimana caranya supaya sekolah ini tetap eksis. Caranya salah satunya kita melakukan kerja sama kemitraan dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember,” tegasnya.
Ke depan, yayasan menyiapkan tiga fokus pengembangan, yakni peningkatan sumber daya manusia, penguatan teknologi, serta sejumlah program pendukung lainnya. Targetnya, kualitas pendidikan di Patra Dharma dapat semakin kompetitif dan sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan di Pulau Jawa.
Sementara seminar diarahkan untuk memperkuat pemahaman orang tua dalam mendampingi anak menghadapi perubahan teknologi dan metode pembelajaran. Selain mendukung potensi serta prestasi, orang tua didorong berperan dalam membangun karakter, kemandirian, dan menciptakan sinergi yang lebih kuat dengan sekolah.
Dengan kolaborasi tersebut, YPDM berharap lingkungan pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. (pms/pus/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan