KALTIMPOST.ID-FN dan AS bukan kawan. Bukan pula dua orang yang memiliki persoalan lama.
Sebelum bertemu di kawasan SPBU Kilometer 4, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, keduanya bahkan disebut tidak saling mengenal.
Namun, pertemuan pada Selasa (25/8) sore itu berakhir tragis. FN meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam. Sementara AS kini harus berhadapan dengan proses hukum.
Polisi menduga kesalahpahaman menjadi pemicu peristiwa tersebut. “Jelas hubungan tersangka dengan korban tidak ada. Enggak kenal,” kata Kapolsek Balikpapan Utara AKP Robert Devis, Selasa (1/9).
Baca Juga: Proyek Raksasa di Kutim Bidik Produksi 2 Juta Ton Metanol untuk Tekan Ketergantungan Impor
Sejauh ini, penyidik belum mengungkap lebih rinci bentuk kesalahpahaman yang membuat pertemuan dua orang yang tidak saling mengenal itu berujung penikaman. “Motifnya sementara salah paham,” ujarnya.
Gambaran kekerasan dalam peristiwa tersebut terlihat dari hasil visum. Polisi mencatat FN mengalami delapan luka tusuk, satu luka iris, serta dua luka memar.
Luka tusuk ditemukan pada sejumlah bagian tubuh. Dua di antaranya berada di perut. Luka lainnya terdapat di dada kiri bawah ketiak, dada kiri atas sisi luar, lengan kiri atas sisi dalam, punggung kanan, punggung kiri, serta pinggang kiri.
Satu luka iris ditemukan di dada kiri. Sedangkan dua luka memar berada pada lengan kiri atas dan sisi dalam lengan kiri. “Delapan luka tusuk, satu luka iris, dua luka memar,” jelas Robert.
Untuk menyusun kembali rangkaian peristiwa secara utuh, polisi telah meminta keterangan tujuh saksi. Setiap keterangan masih didalami untuk memperjelas apa yang terjadi sebelum penikaman.
Rekonstruksi juga berpeluang dilakukan. Namun, Robert mengatakan pelaksanaannya masih bergantung pada kebutuhan penyidik.
Baca Juga: Mahligai Nusantara Festival Ramaikan Balikpapan 11–13 September, Ada Kuliner, Fashion hingga Kriya
Polisi kini mempercepat penyidikan sekaligus berkoordinasi dengan jaksa sebelum berkas perkara dilimpahkan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.50 Wita. Seorang pria disebut masuk ke area SPBU sambil membawa dua bilah pisau dan berteriak.
Tak berselang lama, FN ditemukan terluka dan terkapar di sekitar lokasi. Ia sempat dibawa ke RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.
AS kemudian diamankan polisi di sebuah bengkel sepeda motor di sekitar Kilometer 4. Dua bilah pisau yang diduga berkaitan dengan kejadian turut disita sebagai barang bukti.
Kini, dugaan salah paham menjadi titik awal penyidikan. Polisi masih harus merangkai keterangan saksi dan barang bukti untuk menjawab bagaimana pertemuan dua orang yang sebelumnya tak saling mengenal itu berubah menjadi peristiwa yang merenggut nyawa. (rd)
Editor : Romdani.