Catat Jadwalnya! BI Hadirkan Pangan Murah di Mahligai Nusantara Balikpapan

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:27 WIB
JAMINAN MURAH: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan siap menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang dirangkai dengan Mahligai Nusantara 2026, di Dome Balikpapan, 11-13 September 2026.
JAMINAN MURAH: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan siap menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang dirangkai dengan Mahligai Nusantara 2026, di Dome Balikpapan, 11-13 September 2026.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Ketergantungan Balikpapan terhadap pasokan dari luar daerah membuat perubahan kondisi cuaca di wilayah sentra produksi berpotensi berdampak langsung terhadap ketersediaan maupun harga pangan.

Mengantisipasi risiko tersebut, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan siap menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang dirangkai dengan Mahligai Nusantara 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung 11–13 September 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan. 

"Selain menjadi ruang promosi produk UMKM dan ekonomi kreatif, rangkaian kegiatan tersebut juga akan menghadirkan akses pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat," ungkap Kepala KPw BI Balikpapan, Robi Ariadi, Rabu (9/9).

Integrasi GPM dalam acara ini dirancang agar kegiatan ekonomi yang digelar tidak hanya berorientasi pada promosi produk lokal, tetapi juga memberikan manfaat langsung terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Dulu Kita Berguru, Kini Giliran Akademisi Jepang Belajar Konservasi Mangrove di Balikpapan

"Integrasi antara festival UMKM dan Gerakan Pangan Murah itu menjadi langkah yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi kreatif, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat terhadap pangan dengan harga yang lebih terjangkau," tutur Robi.

Menurutnya, GPM menjadi salah satu bentuk langkah konkret Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia. Risiko tersebut menjadi semakin penting diperhatikan karena Balikpapan bukan merupakan daerah utama penghasil berbagai komoditas pangan.

Sebagian kebutuhan masyarakat masih bergantung pada distribusi dari daerah sentra produksi di luar wilayah, termasuk Jawa dan Sulawesi. Ketika terjadi gangguan produksi akibat kondisi cuaca, rantai pasok menuju Balikpapan berpotensi ikut terdampak.

Jika pasokan berkurang sementara permintaan masyarakat tetap tinggi, tekanan terhadap harga komoditas pangan dapat meningkat dan pada akhirnya memberikan pengaruh terhadap inflasi daerah. "Langkah ini juga menjadi relevan seiring munculnya risiko El Nino yang mulai menguat di sejumlah daerah yang menjadi sentra pasokan pangan Balikpapan, khususnya Jawa dan Sulawesi," jelas Robi.

Baca Juga: Mangrove Center Balikpapan Pikat Turis Mancanegara, 60 Mahasiswa Jepang Segera Berkunjung

Karena itu, GPM tidak hanya dipandang sebagai kegiatan yang menyediakan pangan murah dalam momentum tertentu. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat ketika terdapat potensi tekanan terhadap harga pangan.

"Penyelenggaraan GPM juga menjadi langkah nyata memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan yang lebih terjangkau, sehingga dapat mendukung pengendalian inflasi daerah," lanjutnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh alternatif untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, intervensi pasar melalui GPM dapat membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat. Konsep tersebut sekaligus memperluas manfaat Mahligai Nusantara 2026.

Masyarakat yang datang untuk menikmati produk UMKM, kuliner dan berbagai aktivitas ekonomi kreatif dapat memperoleh manfaat tambahan berupa akses terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian, satu rangkaian kegiatan membawa dua kepentingan sekaligus.

Sehingga, Mahligai Nusantara menjadi wadah penguatan ekonomi lokal dan promosi UMKM, sementara GPM menjadi instrumen pendukung stabilitas harga serta daya beli masyarakat. Robi berujar, antisipasi terhadap gangguan pasokan perlu dilakukan lebih awal, terutama ketika terdapat risiko perubahan cuaca yang dapat memengaruhi produksi di daerah pemasok.

Baca Juga: Wagub Seno Aji Minta Pegawai RSUD AWS Tenang, TPP Menunggak Dirapel Oktober 2026

Karena itu, pelaksanaan GPM dalam rangkaian Mahligai Nusantara 2026 menjadi salah satu bentuk antisipasi dari sisi hilir. Sementara penguatan produksi pangan dilakukan melalui berbagai program lain untuk memperkuat ketahanan pasokan dari sisi hulu.

"Kehadiran GPM diharapkan tidak hanya memberikan pilihan pangan dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah potensi risiko gangguan pasokan pangan," ujarnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Mahligai Nusantara 2026 BI BALIKPAPAN gerakan pangan murah dome balikpapan Pengendalian Inflasi Daerah