Diduga Hendak Tawuran, Puluhan Remaja di Graha Indah Dibubarkan Polisi dan Warga

Supriyono Lupus • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:09 WIB
Bhabinkamtibmas Kelurahan Graha Indah, Aiptu Wempi Antariksa bersama Ketua RT 52 dan Ketua RT 60 bergerak cepat mencegah anak-anak muda yang hendak tawuran. (IST)

 

 
Bhabinkamtibmas Kelurahan Graha Indah, Aiptu Wempi Antariksa bersama Ketua RT 52 dan Ketua RT 60 bergerak cepat mencegah anak-anak muda yang hendak tawuran. (IST)    

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sekitar 50 remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran berkumpul di kawasan Jalan Sangga Buana Dalam RT 52 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, berhasil dibubarkan petugas kepolisian bersama  masyarakat pada Rabu (9/8/2026) malam.

Kumpulan remaja tersebut disinyalir telah merencanakan aksi bentrok melalui percakapan di grup WhatsApp. Mereka berkumpul di lokasi pemukiman warga sebelum akhirnya tepergok aparat dan pengurus lingkungan setempat.

Baca Juga: Kelurahan Graha Indah Optimalkan Pelayanan Adminduk

Aksi pencegahan dilakukan berkat kesigapan Bhabinkamtibmas Kelurahan Graha Indah, Aiptu Wempi Antariksa. Tindakan cepat diambil usai aparat menerima laporan warga yang resah terhadap keberadaan puluhan anak muda yang berkerumun hingga larut malam.

"Awalnya kami mendapat laporan dari Ketua RT 52 dan Ketua RT 60 mengenai adanya anak-anak remaja yang berkumpul dan diduga hendak tawuran," jelas Aiptu Wempi.

Baca Juga: Longsor Tepian Mahakam, Pekerjaan Teras Samarinda Segmen 1 Dihentikan di Area Terdampak

Menindaklanjuti laporan tersebut, Aiptu Wempi langsung bergerak cepat. Setibanya di lokasi, pengurus RT setempat sudah bersiaga untuk bersama-sama menangani situasi.

Sekumpulan anak muda tersebut langsung diperintahkan membubarkan diri demi keselamatan mereka dan mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Para remaja itu akhirnya bersedia mematuhi arahan aparat di lapangan. Mereka langsung membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing sebelum gesekan fisik antarkelompok terjadi.

Aiptu Wempi mengapresiasi kepedulian warga serta pengurus lingkungan yang tanggap terhadap gejala gangguan keamanan. Kerja sama tersebut dinilai efektif meredam potensi aksi kriminalitas jalanan di kalangan pelajar.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua RT 52 dan Ketua RT 60 yang begitu sigap berkoordinasi dengan kepolisian, bahkan ikut langsung turun membubarkan kerumunan anak-anak tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Buruh Kutim Demo, Wanti-Wanti RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Buka Jalan Eksploitasi Pekerja

Peristiwa ini dinilai menjadi pengingat penting bagi para orang tua terkait bahaya pergaulan bebas. Wempi menyoroti kecenderungan sebagian anak muda yang menyalahgunakan gawai pintar untuk membentuk kelompok balap liar maupun tawuran, membuat group group wa yang kebanyakan berisi dipergunakan untuk sarana konspirasi dengan teman temannya.

Oleh sebab itu, kontrol dari pihak keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam mengawasi pergaulan anak di luar rumah. Orang tua diminta lebih tegas memberlakukan pembatasan jam keluar malam.

"Kami meminta para orangtua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Pastikan putra-putrinya sudah berada di rumah maksimal pukul 22.00 Wita untuk belajar atau beristirahat," pungkas Wempi. (*)

Editor : Sukri Sikki
remaja Graha Indah tawuran polisi