Surat Sakti BPH Migas Ditunggu Pekan Ini, Penumpukan Antrean Pertalite di Balikpapan Bakal Berakhir?

Dina Angelina • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:31 WIB
ADU SABAR: Deretan kendaraan mengantre mengisi BBM di salah satu SPBU di Balikpapan. Pemkot Balikpapan mengusulkan penambahan 5 titik SPBU khusus roda dua guna mengurai penumpukan antrean. (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)
ADU SABAR: Deretan kendaraan mengantre mengisi BBM di salah satu SPBU di Balikpapan. Pemkot Balikpapan mengusulkan penambahan 5 titik SPBU khusus roda dua guna mengurai penumpukan antrean. (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengusulkan penambahan lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru penyalur BBM bersubsidi jenis Pertalite. Penambahan ini difokuskan khusus bagi kendaraan roda dua guna memecah penumpukan antrean kendaraan di SPBU.

​Saat ini, Pemkot Balikpapan tengah menunggu penerbitan surat penetapan penyaluran BBM bersubsidi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

​“Insyaallah, mudah-mudahan minggu ini surat persetujuannya turun. Terutama yang ada di Balikpapan Timur yaitu Batakan dan Manggar, termasuk juga Kebun Sayur. Tapi khusus untuk roda dua dulu,” ujar Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Kamis (10/9/2026).

​Adapun lima titik SPBU tambahan yang disiapkan untuk melayani Pertalite roda dua meliputi SPBU Teritip, Batakan, Grand City, Gunung Bahagia (depan Majesty), dan Kebun Sayur. Seluruh SPBU tersebut dapat beroperasi melayani BBM bersubsidi setelah mengantongi izin BPH Migas dan melampaui proses uji tera.

​Rahmad menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk meminimalkan antrean kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas ekonomi warga. Pemerintah kota juga terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas regulasi surat edaran yang sedang berjalan.

​“Kalau lebih banyak manfaatnya, tentu akan kita lakukan terus. Tapi kalau lebih banyak mudaratnya seperti menyusahkan masyarakat, ekonomi terganggu, dan pengguna jalan umum juga terganggu, ini akan kita evaluasi,” tegasnya.

​Menurut Rahmad, kondisi antrean saat ini mulai membaik dibandingkan masa awal sebelum regulasi diterapkan. Ia optimistis, pembukaan akses Pertalite roda dua di lima titik baru ini dapat membagi konsentrasi penumpukan kendaraan.

​Jika skenario pembagian antrean roda dua berjalan efektif dan kondisi lalu lintas mulai melonggar, Pemkot Balikpapan berencana mengajukan penambahan penyaluran SPBU Pertalite untuk kendaraan roda empat.

​Sembari menunggu simulasi berjalan optimal, Rahmad menyoroti kedisiplinan warga di lapangan. Seperti SPBU MT Haryono dan SPBU Sepinggan, pengendara roda empat kerap mulai mengantre sejak pukul 20.00 WITA, padahal jadwal antrean resmi baru dibuka pukul 22.00 WITA. 

​“Kami minta masyarakat dan aparat bekerja sama, berkolaborasi, dan memberikan informasi. Karena kalau siang, mudaratnya banyak, pedagang dan pengguna jalan akan terganggu. Kami mohon maaf kepada seluruh warga dan akan terus berupaya mencari solusi terbaik,” pungkas Rahmad. (*) 

Editor : Ismet Rifani
permohonan kuota baru bph migas Rahmad Mas’ud antre bbm