Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antrean BBM Masih Mengular di Kaltim, DPR RI Ingatkan Operator Lapangan Jangan Main-Main

Eko Pralistio
Penulis: Eko Pralistio❯
BELUM ADA SOLUSI: Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menanggapi keluhan masyarakat Kaltim terkait antrean BBM. IST/KP
BELUM ADA SOLUSI: Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menanggapi keluhan masyarakat Kaltim terkait antrean BBM. IST/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah daerah di Kaltim masih ditelusuri akar masalahnya. Jika benar masalahnya adalah kuota, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) membuka peluang penambahan kuota.

Namun, penambahan kuota tersebut harus disertai kejujuran dalam distribusi yang rill oleh operator di lapangan, dalam hal ini Pertamina Parta Niaga.

Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menjelaskan hasil pertemuannya dengan BPH Migas. Pihaknya menyebut BPH Migas telah merespons keluhan masyarakat Benua Etam terkait antrean BBM.

Advertisement

Meski belum bertemu secara kelembagaan, Syafruddin mengatakan, pada pertemuan tersebut pihak BPH Migas menyatakan siap untuk memenuhi tambahan kuota apabila kebutuhan di daerah memang menunjukkan kekurangan.

"Kalau memang kurang, akan dipenuhi sesuai permohonan. Komitmen beliau akan menambah kuota BBM, itu hasil pertemuan saya," ucap Syafruddin saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (18/9).

Advertisement

Ke depan, kata dia, proses usulan penambahan kuota tergantung bagaimana rekomendasi kepala daerah. Di mana, mekanismenya, usulan penambahan kuota diajukan oleh SPBU.

Dari situ kemudian pemerintah daerah (pemda) memberikan rekomendasi berdasarkan data kebutuhan kendaraan di masing-masing wilayah. Dengan begitu, tambahan kuota bisa disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Namun, Syafruddin mengingatkan, persoalan BBM tidak berhenti pada angka kuota apakah kurang atau dipenuhi nantinya. Distribusi menjadi titik krusial berikutnya.

Dia menyoroti kemungkinan kuota yang sudah ditetapkan tidak sepenuhnya tersalurkan ke SPBU, atau SPBU tidak menyalurkan sebagaimana jumlah yang diberikan. Karena itu, operator diminta tidak bermain-main dalam pendistribusian BBM.

"Kalau kuotanya sudah ditetapkan, tetapi di lapangan tidak semuanya dikeluarkan atau distribusinya tidak sesuai, ini juga menjadi kendala. Saya ingatkan operator harus taat," tegasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

125 Guru PAUD Paser Raih Gelar Sarjana Lewat Jalur RPL di UWGM Samarinda   

125 Guru PAUD Paser Raih Gelar Sarjana Lewat Jalur RPL di UWGM Samarinda  

Sebanyak 125 guru PAUD asal Kabupaten Paser resmi menyandang gelar sarjana melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau.

ISPU Samarinda Tembus 357, Masuk Kategori Sangat Buruk

ISPU Samarinda Tembus 357, Masuk Kategori Sangat Buruk

ISPU Samarinda mencapai 357 dan masuk kategori sangat buruk. PM2.5 mencapai 194,42 mikrogram per meter kubik.

Terbantu Angin Laut, Kabut Asap di Balikpapan Lebih Tipis dari Samarinda

Terbantu Angin Laut, Kabut Asap di Balikpapan Lebih Tipis dari Samarinda

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum mengganggu aktivitas penerbangan komersial di Bandara SAMS Sepinggan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer