Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ISPU Samarinda Tembus 357, Masuk Kategori Sangat Buruk

Eko Pralistio
Penulis: Eko Pralistio❯
Kualitas udara di Samarinda memburuk. Labkes Provinsi Kaltim menyebut indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai 357 per Kamis, 17 September 2026. (RAMA SITOHANG/KP)
Kualitas udara di Samarinda memburuk. Labkes Provinsi Kaltim menyebut indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai 357 per Kamis, 17 September 2026. (RAMA SITOHANG/KP)

Advertisement

SAMARINDA — Kualitas udara di Samarinda memburuk. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Kalimantan Timur mencapai 357 pada Kamis (17/9/2026). Angka tersebut masuk kategori sangat buruk.

Kepala Labkes Provinsi Kaltim Muhammad Yunus mengatakan, angka tersebut tercatat pada stasiun pemantauan yang berada di halaman Labkes Kaltim, Jalan Ahmad Dahlan, Samarinda.

Pemantauan sejak 14 hingga 17 September menunjukkan konsentrasi polutan cenderung meningkat pada malam hari, terutama menjelang dini hari hingga pagi.

Advertisement

“Data pengamatan sejak 14 hingga 17 September menunjukkan konsentrasi polutan cenderung meningkat pada waktu malam, terutama menjelang dini hari hingga pagi,” ujar Yunus saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (17/9).

Partikulat menjadi salah satu pencemar yang dominan. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 194,42 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 mencapai 306,65 mikrogram per meter kubik.

Selain partikulat, sulfur dioksida (SO2) juga sempat tercatat melampaui batas paparan aman untuk periode satu jam.

Advertisement

“Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pencemar udara yang perlu diantisipasi masyarakat,” katanya.

Asap Karhutla dan Angin Lambat

Yunus menyebut pola peningkatan polutan dalam beberapa hari terakhir berkaitan dengan kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Samarinda.

Kondisi cuaca turut memengaruhi pergerakan dan akumulasi asap. Angin dominan bergerak dari arah timur laut dan timur dengan kecepatan di bawah 1 meter per detik.

“Angin yang dominan bergerak dari arah timur laut dan timur dengan kecepatan di bawah 1 meter per detik membuat asap berpotensi terbawa sekaligus terakumulasi di kawasan perkotaan,” jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karhutla Samarinda: Layanan Kesehatan Gratis bagi 90 Relawan

Karhutla Samarinda: Layanan Kesehatan Gratis bagi 90 Relawan

BPBD Samarinda berikan layanan kesehatan dan vitamin booster gratis bagi relawan karhutla di Kecamatan Sambutan guna menjaga stamina.

732 Hektare Lahan Terbakar dan 8 Ribu Warga Kena ISPA, Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat

732 Hektare Lahan Terbakar dan 8 Ribu Warga Kena ISPA, Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat

Pemkot Samarinda perpanjang tanggap darurat karhutla & kekeringan 28 hari. 732 ha lahan terbakar & 8.193 warga terserang ISPA.

Kenapa Kabut Asap Samarinda Makin Pekat Tiap Pagi? Begini Penjelasan BPBD Kaltim

Kenapa Kabut Asap Samarinda Makin Pekat Tiap Pagi? Begini Penjelasan BPBD Kaltim

Samarinda kembali diselimuti kabut asap pekat. BPBD Kaltim sebut dampak asap kiriman Kalteng-Kalsel & baru hilang saat hujan masif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer