KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Hutan Kalimantan yang kaya akan sumber daya alamnya, kini memiliki sebuah destinasi wisata baru yang unik dan menarik di kawasan Kilometer 15, Balikpapan Utara.
Wisata Meranti, yang berlokasi di Kelurahan Karang Joang, telah diubah menjadi tempat wisata yang asri dan penuh dengan pohon meranti, salah satu tanaman asli Kalimantan yang keberadaannya semakin terancam akibat penebangan liar.
Inisiatif untuk menjaga dan mengelola kawasan hutan meranti ini berasal dari masyarakat RT 27 dan 32 KM 15. Mereka berkomitmen untuk merawat dan melestarikan hutan meranti ini agar tetap lestari dan menjadi tempat edukasi bagi generasi mendatang.
Baca Juga: Berkenalan dengan Komunitas Asal Angkat Iroonhood, Ingin Gabung PABERSI
"Kawasan ini kami jaga dari pelaku penjarahan pohon meranti dan merawat rebahnya pohon sengon. Hal ini agar anak cucu kita tahu pohon meranti itu seperti apa," ujar Arif Budiman, Seksi Pemasaran Wisata Meranti, Minggu (30/6).
Keberadaan Wisata Meranti membawa dampak positif bagi warga sekitar. Selain menjadi destinasi wisata bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam dan pohon meranti, wisata ini juga menguntungkan pelaku UMKM lokal.
"Kami rangkul warga sekitar dan memberikan bantuan bahwa wisata meranti juga bisa menghasilkan nilai ekonomi tanpa merusak," kata Arif.
Baca Juga: Usulan Rp 20 Miliar, Anggaran Porprov Balikpapan Hanya Rp 12 Miliar, Jumlah Atlet Terancam Berkurang
Sejak didirikan pada 12 Mei 2021 dengan modal swadaya masyarakat, Wisata Meranti telah mendapatkan izin dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPLH) serta Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) untuk memanfaatkan lahan seluas 77 hektare.
"Kami ada Ketua KUPS dan Pokdarwis yang SK-nya keluar 12 Mei 2022 lalu. Untuk konsepnya adalah agroforestri dan edukasi serta bermain," tambah Arif.
Pengunjung Wisata Meranti dapat menikmati pemandangan ratusan pohon meranti yang terjaga dengan baik dalam suasana yang sejuk dan nyaman. Selain pohon meranti, kawasan ini juga dihuni oleh berbagai jenis pohon lainnya seperti sengon, ulin, laban, dan jati putih.
Tempat ini juga dilengkapi dengan spot foto, gazebo, tenda, hingga hammock untuk beristirahat. Tak jarang kawasan ini menjadi lokasi kemping favorit, termasuk bagi sejumlah selebgram.
"Kami terus melakukan pengembangan, nantinya akan ada rumah pohon, wahana air, homestay, dan akan dibangun flying fox yang menyeberang pulau. Selain itu, ada jembatan apung dan jembatan gantung yang sedang direncanakan. Saat ini kami fokus pada pembangunan akses jalan dan beberapa fasilitas lainnya," jelas Arif.
Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir dan dapat memberikan donasi seikhlasnya di kotak infak yang disediakan. Namun, untuk biaya kemping di malam hari, dikenakan tarif Rp35 ribu per kepala untuk dewasa, Rp25 ribu untuk siswa dan mahasiswa, serta Rp15 ribu untuk anak-anak.
"Fasilitas yang kami sediakan meliputi tenda, api unggun, WC, dan aula untuk pertemuan atau rapat kecil," tutup Arif.
Baca Juga: 4 Bansos Cair September 2026, Cek Nominal dan Jadwal Pencairannya di Sini
Dengan adanya Wisata Meranti, masyarakat tidak hanya mendapatkan tempat rekreasi yang menyenangkan tetapi juga membantu melestarikan salah satu kekayaan alam Kalimantan untuk generasi mendatang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo