Cegah Ancaman Karhutla di Kaltim, Sespimti Polri dan Polda Rumuskan Formula Baru

M Ibrahim • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:12 WIB
ANTISIPASI: Diskusi FGD membahas seputar karhutla digelar Serdik Sepimti Polri melibatkan semua elemen masyarakat.
ANTISIPASI: Diskusi FGD membahas seputar karhutla digelar Serdik Sepimti Polri melibatkan semua elemen masyarakat.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Focus Group Discussion (FGD) digelar Serdik Sespimti Polri Dikreg Ke-36 di Gedung Mahakam Polda Kaltim. Pembahasannya seputar karhutla.

Forum ini menjadi wadah untuk bertukar gagasan dan pengalaman terkait berbagai persoalan yang dihadapi dalam upaya mencegah serta menangani karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan Timur yang memiliki karakteristik geografis dan kondisi lahan yang beragam.

Pendamping serdik, Irjen Pol Sabilul Alif mengatakan, acara ini tidak hanya melibatkan unsur Kepolisian, forum diskusi juga menghadirkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan media.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas sudut pandang sekaligus membangun pola kerja sama yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman karhutla.

Baca Juga: Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat, Pama Site Kideco Gelar Pelatihan Pemadaman Api Karhutla

Sejumlah aspek strategis menjadi pembahasan dalam forum, mulai dari peningkatan upaya pencegahan, penguatan sistem mitigasi, kesiapan menghadapi potensi kebakaran, hingga peningkatan koordinasi antarinstansi.

Peran aktif masyarakat serta media juga dinilai penting, terutama dalam mendukung penyebaran informasi, edukasi, dan deteksi dini terhadap potensi karhutla.

“Persoalan karhutla tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Keberhasilan penanggulangan membutuhkan keterlibatan dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan,” terang Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro.

Upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, serta koordinasi lintas sektor harus diperkuat secara berkesinambungan. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan potensi terjadinya karhutla.

Baca Juga: Potensi Megathrust M 9,0 di Selat Sunda, Tsunami Ancam Lampung Hingga Jakarta

Dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, potensi kebakaran dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.

“FGD tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan gagasan yang dapat menjadi bahan dalam memperkuat kebijakan serta strategi penanggulangan karhutla di Kalimantan Timur,” paparnya.

Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media diharapkan terus ditingkatkan sehingga upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat berjalan secara terpadu, responsif, serta berkelanjutan demi melindungi lingkungan dan masyarakat. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
karhutla Kaltim Sespimti Polri polda kaltim Endar Priantoro balikpapan