Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potensi Megathrust M 9,0 di Selat Sunda, Tsunami Ancam Lampung Hingga Jakarta

A
Penulis: Ari Arief❯
Ilustrasi bencana alam megathrust yang mengancam Jakarta hingga Lampun.(generate ai)
Ilustrasi bencana alam megathrust yang mengancam Jakarta hingga Lampun.(generate ai)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Ancaman bencana geologi raksasa di kawasan Selat Sunda tidak hanya bersumber dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, juga dari potensi gempa megathrust dan jaringan sesar aktif bawah laut.

Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof. Dani Hilman, mengonfirmasi status Selat Sunda sebagai seismic gap. Zona aktif ini tercatat sudah ratusan tahun tidak mengalami gempa besar sehingga menyimpan akumulasi energi yang sangat tinggi.

"Berdasarkan simulasi ilmiah, jika gempa megathrust berkekuatan magnitudo 9,0 terjadi di Selat Sunda, gelombang tsunami di wilayah Lampung dan Anyer bisa melampaui 10 meter. Dampak gelombang diperkirakan dapat mencapai Teluk Jakarta dengan ketinggian sekitar 2 hingga 3 meter," kata Prof. Dani dalam diskusi yang disiarkan kanal YouTube iNews, Senin (14/9/2026).

Mengenai mekanisme gunung api di sekitar wilayah tersebut, Prof. Dani membeberkan bahwa setiap gunung memiliki kantong magma dan siklus letusan terpisah. Peningkatan aktivitas satu gunung tidak akan memicu efek berantai ke gunung api lainnya, meski berada di zona subduksi yang sama.

Namun, ia menyoroti minimnya kesiapan infrastruktur dan mitigasi bencana nasional, terutama terkait estimasi waktu evakuasi dan standar bangunan. Regulasi bangunan tahan gempa saat ini baru diwajibkan untuk gedung tinggi dan fasilitas umum, sementara pemukiman warga belum terinspeksi dengan ketat.

Di sisi lain, kondisi riset kebencanaan di Tanah Air dinilai cukup memprihatinkan akibat minimnya alokasi dana operasional serta krisis regenerasi ilmuwan. Program penelitian berskala nasional untuk gempa bumi dan gunung api hampir tidak berjalan di lembaga resmi maupun perguruan tinggi.

Kurangnya fasilitas dan ketidakjelasan jenjang karier membuat generasi muda enggan mendalami bidang vulkanologi dan kegempaan. Dampaknya, jumlah ahli tingkat doktoral (S-3) di Indonesia saat ini sangat terbatas.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali pada 9 Oktober 2026, PVMBG Larang Warga Mendekat Radius 2 Km

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali pada 9 Oktober 2026, PVMBG Larang Warga Mendekat Radius 2 Km

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami dua kali erupsi pada Jumat (9/10) sore. PVMBG telah mengeluarkan larangan beraktivitas.

Update Hari Keenam SAR Selat Sunda, 3 Life Jacket dan 2 Terpal Ditemukan

Update Hari Keenam SAR Selat Sunda, 3 Life Jacket dan 2 Terpal Ditemukan

Hari keenam pencarian 8 orang hilang di Selat Sunda, Tim SAR menemukan 3 life jacket, 2 terpal, dan 1 galon.

Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Area SAR Diperluas

Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Area SAR Diperluas

Update pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal hilang di Selat Sunda. Tim SAR memperluas area pencarian hingga 3.243 NM.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer