Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyelamatkan PPU, Menyelamatkan Gerbang Nusantara

A
Penulis: Ari Arief❯
Bahrul Muhiit
Bahrul Muhiit

Advertisement

 

Oleh: Bahrul Muhit

(Wakil Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Penajam Paser Utara)

Advertisement

Realitas di Penajam Paser Utara saat ini sungguh memperlihatkan dua wajah yang bertolak belakang. Di satu sisi, bumi  Benuo Taka ini dielu-elukan sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek infrastruktur bernilai ratusan triliun rupiah berputar masif di sebagian wilayahnya.

Namun di balik kemegahan itu, warga lokal justru megap-megap menghadapi impitan ekonomi, krisis lingkungan, hingga kelangkaan energi yang kian menjerat kehidupan sehari-hari. Penajam Paser Utara seolah terjebak dalam pertumbuhan ekonomi makro yang semu.

Kemegahan ibu kota baru tidak otomatis meneteskan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar, tetapi tampaknya justru membawa kenyataan pahit berupa keuangan daerah yang merosot, krisis ekologi, hingga distribusi kebutuhan publik yang berantakan.

Advertisement

Pangkal persoalan ini berakar dari kebijakan fiskal pusat yang tidak sejalan dengan realitas di lapangan. Ketika arus migrasi pendatang mendongkrak beban sosial, kebutuhan energi, dan infrastruktur penunjang, kas daerah Penajam Paser Utara justru menyusut drastis.

Bayangkan saja, kesepakatan APBD antara eksekutif dan DPRD PPU sempat terjun bebas ke angka Rp 1,48 triliun. Penurunannya tidak tanggung-tanggung, lenyap lebih dari Rp 1,02 triliun atau terpangkas hingga 30 sampai 40 persen jika disandingkan dengan postur anggaran tahun sebelumnya.

Biang keroknya tak lain adalah kebijakan pusat yang menahan dan memotong Dana Bagi Hasil (DBH) hingga separuh jatah daerah. Dampaknya, piutang transfer senilai ratusan miliar rupiah menggantung tanpa kepastian. Tersendatnya hak keuangan daerah ini menjadi pukulan telak.

Di saat pemerintah daerah harus membiayai penataan kawasan dan jaring pengaman sosial akibat kehadiran proyek nasional, instrumen utama pembangunan mereka justru dipangkas. Walhasil, pemerintah daerah terpaksa melakukan efisiensi ketat dan mengorbankan berbagai program prioritas untuk warga lokal.

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PPU dan Pemkab Sinjai Jalin Kerja Sama Antar-Daerah, Sasar Sektor Pertanian hingga Perkebunan

PPU dan Pemkab Sinjai Jalin Kerja Sama Antar-Daerah, Sasar Sektor Pertanian hingga Perkebunan

Pemkab PPU dan Pemkab Sinjai resmi jalin kerja sama pembangunan antar-daerah untuk perkuat rantai pasok dan potensi unggulan lokal.

Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Penting Sekda PPU untuk Pemuda

Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Penting Sekda PPU untuk Pemuda

Sekda PPU Tohar ajak generasi muda jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai karakter bangsa dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Plafon Rusak dan Atap Bocor, Kondisi Masjid Agung Al-Ikhlas PPU Kini Dikeluhkan Jamaah

Plafon Rusak dan Atap Bocor, Kondisi Masjid Agung Al-Ikhlas PPU Kini Dikeluhkan Jamaah

Atap Masjid Agung Al-Ikhlas PPU bocor dan plafon jebol. Jamaah keluhkan kondisi fisik bangunan, pengurus ajukan perbaikan ke Pemkab PPU.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer