KALTIMPOST.ID-Pemadaman listrik berulang mulai berdampak terhadap aktivitas usaha di Balikpapan. Sejumlah pemilik warung makan di kawasan Jalan Ruhui Rahayu mengeluhkan penurunan jumlah pelanggan hingga berimbas pada pendapatan.
Pada Minggu (13/9), listrik padam sejak sekitar pukul 17.00 hingga 21.00 Wita. Durasi sekitar empat jam tersebut lebih lama dibandingkan pemadaman sebelumnya yang disebut berlangsung sekitar dua hingga tiga jam.
Pemadaman dilakukan PLN ULP Balikpapan Selatan menyusul gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak terhadap pasokan listrik di wilayah kerja unit tersebut.
Dafa, salah seorang pemilik warung makan, mengatakan pemadaman pada Minggu merupakan kejadian keempat yang dialaminya dalam sepekan terakhir. “Sudah empat, yang keempat kali sih ini,” katanya.
Baca Juga: LAPSUS: Antre Pertalite Masih Mengular, Dua SPBU Baru Bakal Hadir di Balikpapan, Ini Lokasinya
Menurut Dafa, ketiadaan listrik membuat kondisi warung menjadi gelap. Situasi tersebut memengaruhi kenyamanan pelanggan dan membuat sebagian warga memilih tidak singgah untuk makan.
“Agak menurun sih gara-gara mati lampu. Jadi orang juga agak-agak malas kalau makan di sini jadinya, gelap,” ujarnya.
Warungnya memang masih didatangi pelanggan ketika listrik padam. Namun, jumlah pengunjung tidak sebanyak saat pasokan listrik normal.
Keluhan serupa disampaikan Ikhlas, pemilik warung makan lainnya. Dampak pemadaman terhadap jumlah pelanggan, menurut dia, cukup terasa.
“Agak menurun sih, Bang. Biasanya ada sekitaran 10 orang, terus kadang cuma ada satu, dua,” ujarnya. Penurunan tersebut secara langsung memengaruhi pendapatan usaha. “Rugi, ya,” lanjutnya.
Kondisi itu menunjukkan gangguan kelistrikan tidak hanya berpengaruh terhadap aktivitas rumah tangga. Bagi pelaku usaha kecil yang mengandalkan aktivitas pada malam hari, pemadaman berulang juga berpotensi mengurangi transaksi dan pendapatan.
Dafa berharap kondisi kelistrikan segera membaik sehingga aktivitas usaha dapat kembali berjalan normal. “Ya, moga cepat membaik aja lah. Biar mati lampu mendadak-mendadak ini sebisa jangan terlalu sering,” tuturnya. (rd)
Editor : Romdani.