15 Butir Narkoba Ditemukan di Mobil Dinas, Kadis Pertanahan Balikpapan Diperiksa Polisi

M Ibrahim • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 20:02 WIB
PEMERIKSAAN: Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Balikpapan memenuhi panggilan penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim.
PEMERIKSAAN: Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Balikpapan memenuhi panggilan penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim.

BALIKPAPAN-Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Balikpapan, Irma Pratiwi Aryana Musa dimintai keterangan di markas Ditresnarkoba Polda Kaltim. Pemanggilan itu terkait pengungkapan sindikat narkoba Internasional asal Malaysia yang melibatkan sopir pribadinya.

Ia datang didampingi Kasubag Umum serta tim legal Pemerintah Kota Balikpapan. Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, pemeriksaan tersebut berkaitan dengan keterlibatan sopir pribadi Irma berinisial WS dalam perkara narkoba, termasuk temuan 15 butir narkotika di kendaraan dinas yang digunakan sopir tersebut.

Pemeriksaan berlangsung sekitar satu setengah jam. Penyidik menggali sejumlah informasi, terutama mengenai aktivitas WS selama bekerja sebagai sopir pribadi Kepala Dinas Pertanahan sejak 2021.
“Penyidik juga mendalami hubungan sosial WS, termasuk orang-orang yang kerap berinteraksi atau berkumpul dengannya,” ungkap Romylus.

Yang pertama adalah terkait dengan keterlibatan sopir,  WS, yang memang sudah sejak tahun 2021 menjadi sopir pribadi Kepala Dinas Pertanahan. Dan juga kendaraan Innova Zenix yang sudah dikendarai oleh Ibu Kepala Dinas sejak 2021. Penyidik ingin mengetahui apakah orang-orang yang selama ini dekat dengan WS memiliki keterkaitan dengan jaringan narkoba yang tengah diungkap.

“Penyidik mencoba mendalami,” tuturnya. Pemeriksaan terhadap Kepala Dinas tidak hanya diarahkan untuk melengkapi pembuktian perkara. Polisi juga ingin memetakan pola aktivitas tersangka selama berada di lingkungan pemerintahan.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Balikpapan, terutama dalam memperkuat sistem pengawasan di lingkungan perangkat daerah. Ia menyebut peredaran narkoba dapat bermula dari lingkungan terdekat maupun relasi sosial seseorang. Karena itu, polisi tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga mendorong pencegahan secara terintegrasi.

Dalam perkara tersebut, polisi masih mendalami kemungkinan narkotika yang ditemukan di kendaraan dinas tersebut akan diedarkan oleh WS serta menelusuri pihak lain yang mungkin berkaitan.
Dua agenda utama dalam pemeriksaan Irma. Pertama, untuk mendukung pembuktian materiil terkait perkara yang melibatkan WS. Kedua, untuk mengidentifikasi orang-orang yang memiliki kedekatan dengan sopir tersebut sebagai bagian dari upaya pemetaan jaringan dan pencegahan. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
narkotika Balikpapan Kadis Pertanahan Balikpapan Ditresnarkoba Polda Kaltim