Sektor Properti Balikpapan Dinilai Masih Tumbuh, Sejumlah Pengembang Terus Ekspansi

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 18:52 WIB
Talkshow Interactive bertajuk Peran Sektor Penilai Properti dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional. (FOTO NURON/KP)
Talkshow Interactive bertajuk Peran Sektor Penilai Properti dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional. (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Keputusan investasi tidak hanya ditentukan prospek bisnis, tetapi juga nilai aset yang menjadi bagian dari investasi. Karena itu, profesi penilai properti memiliki peran strategis dalam memberikan gambaran nilai aset sebagai pertimbangan investor sebelum mengambil keputusan investasi maupun divestasi.

Hal itu mengemuka dalam Talkshow Interactive bertajuk Peran Sektor Penilai Properti dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang digelar KJPP Aditya Iskandar dan Rekan di Whiz Prime Hotel Balikpapan, Jumat (18/9).

Pimpinan Cabang KJPP Aditya Iskandar dan Rekan Cabang Balikpapan Nasrullah mengatakan, jasa penilai digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan aset dan investasi. Hasil penilaian menjadi salah satu dasar bagi investor untuk mengetahui nilai suatu aset.

“Penilai menentukan nilai, sehingga investor bisa melihat kapan dia berinvestasi dan kapan melakukan divestasi,” kata Nasrullah.

Baca Juga: Belum Temukan Performa Terbaik, Pelatih Borneo Minta Suporter Tetap Berikan Dukungan

Menurut dia, hasil penilaian harus didukung pendidikan dan kompetensi yang memadai. Hal itu diperlukan agar nilai yang dihasilkan akurat, dapat dipertanggungjawabkan, serta dipercaya oleh pihak yang berkepentingan.

Namun, sektor penilaian properti masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya ketersediaan data transaksi properti di Indonesia yang dinilai belum sepenuhnya tersedia dan tercatat dengan baik.

Padahal, data transaksi menjadi salah satu informasi penting dalam proses menentukan nilai aset. Karena itu, selain memperkuat ketersediaan data, peningkatan kompetensi penilai dibutuhkan seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan jasa penilaian.

Untuk Balikpapan, Nasrullah melihat perkembangan sektor properti masih cukup baik. Aktivitas sejumlah pengembang yang terus menjalankan proyek menjadi salah satu indikatornya. “Untuk Balikpapan cukup baik. Ada beberapa pengembang yang masih terus melakukan pengembangan,” ujarnya.

Talkshow tersebut turut menghadirkan Kepala Kantor ATR/BPN Balikpapan Subur, Ketua DPD REI Kaltim Wahyudi, serta Ahmad Syawal dari KJPP Aditya Iskandar dan Rekan.

Rektor Universitas Balikpapan Isradi Zainal juga memberikan pemaparan secara daring melalui Zoom. Sementara Kadin Balikpapan mengirimkan perwakilan dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan, 143 Penumpang Tujuan Palangka Raya Tertahan di Balikpapan

Pemaparan para narasumber dilanjutkan dengan diskusi mengenai perkembangan sektor properti, kebutuhan penilaian yang akurat, hingga peran profesi penilai dalam mendukung investasi.

Forum tersebut sekaligus mempertemukan perspektif pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan praktisi. Penilaian aset yang profesional dan didukung data memadai dinilai semakin penting untuk membantu keputusan investasi yang lebih terukur. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim letjen lucky avianto ibu kota nusantara Properti Balikpapan Kutai Barat