KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Puluhan siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Istiqomah YPIT Balikpapan mendatangi Gedung Kaltim Post dan studio Balikpapan TV (BTV) guna mendalami dunia jurnalistik serta literasi media secara langsung, Jumat (18/9).
Sebanyak 25 siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik tersebut tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka didampingi lima guru pembina untuk melihat dari dekat proses produksi berita cetak, hingga siaran televisi.
Guru Pendamping SDIT Istiqomah Balikpapan Novi Sugihartini menuturkan, kunjungan ini dirancang agar para murid memahami kerja media secara nyata, bukan sekadar teori di ruang kelas.
"Kami ingin mengenalkan media digital secara konkret kepada anak-anak. Jika di sekolah mereka hanya mendapat literasi pendidikan, di sini mereka bertemu narasumber profesional yang membidanginya," tuturnya.
Baca Juga: Kapal Domestik yang Singgah di Balikpapan Naik, Tapi Masih Jauh di Bawah Tahun Lalu
Selama berada di dapur redaksi, para peserta mendapatkan ruang diskusi interaktif seputar pengumpulan informasi dan etika penyampaian berita. Mereka juga mempraktikkan teknik wawancara singkat serta diajak melihat langsung mesin percetakan koran Kaltim Post yang berukuran besar.
Novi menambahkan, pemilihan Balikpapan TV dan Kaltim Post sebagai tujuan studi lapangan didasari pentingnya mengenalkan media massa arus utama yang terverifikasi kepada generasi muda.
"Anak-anak sekarang terbiasa menyerap informasi dari YouTube, Instagram dan media sosial lain, tetapi belum terlalu mengenal media lokal resmi di Kaltim. Melalui kunjungan ini kami kenalkan proses jurnalistik yang kredibel," ucap Novi.
Di lingkungan SDIT Istiqomah sendiri, kebiasaan membaca dan menulis telah ditanamkan secara terstruktur. Pihak sekolah mengalokasikan waktu sekitar 30 menit setiap hari untuk agenda literasi melalui buku khusus jurnalistik.
Baca Juga: Honda Percepat Produksi Mobil Hybrid Generasi Baru, 15 Model Disiapkan hingga 2030
Melalui buku harian tersebut, para murid dilatih menuangkan isi pikiran, merangkum buku yang dibaca, serta menyampaikan opini harian mereka secara runtut. Keterampilan dasar itu kemudian diwadahi lebih intensif melalui ekstrakurikuler jurnalistik yang baru dibuka tahun ini bagi murid kelas atas.
"Alhamdulillah anak-anak sangat bersemangat. Di ekskul ini mereka belajar membuat puisi, pantun, cerita pendek, hingga cerita bergambar yang nantinya kami terbitkan di majalah dinding serta buletin sekolah," bebernya
Ia pun mengapresiasi keterbukaan manajemen Kaltim Post Group yang memberikan ruang eksplorasi dan bimbingan langsung kepada peserta didiknya selama kunjungan belajar berlangsung.
"Harapan kami anak-anak mendapat pengalaman berharga tentang cara menyaring dan mengolah informasi dengan baik, berani berbicara di depan publik, serta mampu menyusun artikel menarik untuk karya sekolah mereka," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo