KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Akses Jalan DI Panjaitan, Balikpapan Tengah, ditutup total selama dua hingga tiga hari ke depan. Penutupan ini dilakukan seiring dimulainya pengerjaan penggantian gorong-gorong dan peninggian badan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PU Kota Balikpapan, Jen Supriyanto, menjelaskan bahwa penutupan berfokus di titik depan Swalayan Maxi Sumber Rejo hingga Kimia Farma/Kantor Kementerian Agama. Area tersebut selama ini menjadi langganan genangan air akibat aliran pembuangan yang tidak lancar.
“Sekitar dua atau tiga hari, jalan ditutup total karena pekerjaan penggantian gorong-gorong. Kemungkinan jalan belum dapat dibuka dalam dua hari ke depan,” ujar Jen.
Baca Juga: Dinas Perikanan Luncurkan Inovasi KABAR BENIH untuk Kepastian Stok dan Pelayanan Transparan
Selain penggantian gorong-gorong, proyek pengendalian banjir ini meliputi peninggian badan jalan serta perbaikan saluran drainase di sisi kiri dan kanan jalan. Khusus peninggian jalan, pengerjaan dilakukan secara bertahap agar tidak menutup seluruh badan jalan secara permanen.
Untuk meminimalkan potensi kemacetan pada siang hari, proses pengecoran jalan dimaksimalkan pada malam hari mulai pukul 22.00 Wita.
Proyek yang menyerap masa kerja 192 hari kalender ini telah berjalan sejak 14 September 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.
Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif
Selama penutupan berlangsung, Pemerintah Kota Balikpapan menyiagakan rekayasa lalu lintas. Pengendara yang biasa melintasi kawasan tersebut diimbau mengalihkan rutenya ke beberapa jalur alternatif.
Warga dapat melintasi jalur alternatif melalui kawasan SMP Negeri 6 Balikpapan, Jalan Senayan, serta simpang Jalan Teratai menuju Jalan Pangeran Antasari.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan,” imbau Jen.
Ia menambahkan, ketertiban dan kedisiplinan berkendara sangat diperlukan demi keselamatan bersama selama proyek infrastruktur ini berlangsung. "Kami berharap dukungan dan kerja sama masyarakat agar proses pekerjaan berjalan baik," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki