KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan tengah merancang skema perluasan rute Balikpapan City Trans (Bacitra) hingga menjangkau wilayah Manggar di Balikpapan Timur dan Kilometer (Km) 23 di Balikpapan Utara.
Langkah ini dilakukan guna memperluas jangkauan layanan moda transportasi massal tersebut di Kota Beriman. Meski demikian, ketersediaan titik simpul transportasi di kedua wilayah tersebut masih menjadi catatan penting.
Baca Juga: Pemkab PPU Masih Perjuangkan Pembangunan RSUD RAPB, dr Lukas: Desain Menyesuaikan Anggaran
Kepala Dishub Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan setidaknya dua terminal baru Tipe C, yakni di kawasan Teritip dan Km 23.
"Kalau sudah tersedia simpul baru, nanti transportasi lain bisa melayani sampai sana. Tidak hanya Bacitra, tetapi bus lain juga," ujar Fadli.
Baca Juga: Drainase Jalan Asmawarman Bontang Capai 80 Persen, Finishing Tinggal Pasang Kanstin dan Cat
Fadli menjelaskan, tugas Dishub saat ini tidak hanya berfokus pada perpanjangan rute Bacitra, tetapi juga memperhitungkan ketersediaan jumlah armada hingga pembangunan terminal Tipe C demi memastikan sistem integrasi antarmoda berjalan optimal.
Seluruh persiapan infrastruktur ini ditargetkan tuntas sebelum peralihan atau handover pengelolaan Bacitra dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Kota Balikpapan.
Baca Juga: Dinas PUPRK Bontang Bersihkan Drainase Tersumbat di Berbas Pantai
Berdasarkan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Wali Kota Balikpapan, proses handover Bacitra dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027.
Rencananya, Dishub Balikpapan akan mulai membangun Terminal Dermaga Baru Tengah tahun depan, sekaligus mengusulkan tahap awal pembangunan Terminal Tipe C Teritip.
Fadli mengakui, sejumlah proyek infrastruktur pendukung tersebut sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat efisiensi anggaran daerah.
Baca Juga: 20 Atlet Bulu Tangkis Kubar Siap Berlaga di Kejurprov Balikpapan
"Kita atur bertahap karena baru terjadi efisiensi. Awalnya kegiatan sudah terencana, tetapi harus mundur karena keuangan daerah tidak memungkinkan," jelasnya.
Salah satu proyek yang terdampak efisiensi adalah Terminal Dermaga Baru Tengah, yang semula dijadwalkan mulai dibangun tahun ini namun terpaksa bergeser ke tahun depan.
"Semoga rencana tahun depan untuk dua terminal ini tidak mengalami kendala untuk mendukung persiapan handover Bacitra," pungkas Fadli. (*)
Editor : Sukri Sikki