UMKM Balikpapan Didorong Penuhi SNI, DPRD: Konsumen Lebih Pilih Kualitas daripada Harga Murah

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 19:42 WIB
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah. (FOTO AINUR/KP)
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah. (FOTO AINUR/KP)

KALTIMPOST.ID-Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balikpapan didorong meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di tengah semakin beragamnya barang yang beredar di pasaran. Salah satunya melalui pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah mengatakan, standardisasi menjadi penting agar produk lokal memiliki kualitas yang terukur.

Terlebih, UMKM kini tidak hanya bersaing dengan sesama produk lokal, tetapi juga barang yang dipasarkan secara daring hingga produk impor.

“SNI itu sudah merupakan suatu kewajiban agar produk yang kita buat tidak asal-asalan dan punya standar,” kata Fauzi kepada Kaltim Post, Minggu (27/9).

Baca Juga: Daya Beli Menurun, UMKM Balikpapan Tetap Didorong Naik Kelas dan Penuhi Standar SNI

Menurut dia, persaingan harga memang menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM. Produk yang dijual melalui platform daring kerap ditawarkan dengan harga lebih murah sehingga memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen.

Namun, Fauzi menilai harga tidak menjadi satu-satunya pertimbangan masyarakat dalam menentukan barang yang dibeli. Kualitas dan daya tahan produk juga menjadi faktor penting.

“Masyarakat Balikpapan itu lebih memilih kualitas daripada harga. Jadi selama kualitasnya bagus, insyaallah tidak usah takut kalau barang tidak laku,” ujarnya.

Politikus Golkar tersebut juga menyinggung persaingan dengan produk impor, termasuk barang asal Tiongkok yang banyak ditemukan di pasaran. Menurut dia, produk berharga murah belum tentu memiliki kualitas dan daya tahan yang lebih baik.

Karena itu, pemenuhan standar dapat menjadi salah satu modal bagi UMKM lokal untuk membangun kepercayaan konsumen.

Standardisasi juga diharapkan memperkuat posisi produk lokal ketika harus bersaing di pasar yang semakin terbuka.

Baca Juga: LAPSUS: Kemarau Ancam Pertanian Kaltim, 2.640 Hektare Lahan Terdampak di Sejumlah Daerah

“Mudah-mudahan dengan adanya standar SNI ini produk kita bisa bersaing dan kita bisa membanjiri produk, baik lokal ataupun mancanegara,” katanya.

Fauzi berharap peningkatan kualitas berjalan beriringan dengan upaya UMKM memperluas pasar.

Dengan produk yang memenuhi standar, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar meningkatkan daya saing dan menjangkau konsumen lebih luas.

“Semua barang itu memang harus berstandar agar kita bisa menciptakan produk yang sesuai dengan harapan dan berkualitas,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
penajam paser utara dprd balikpapan ibu kota nusantara UMKM Balikpapan Kutai Barat