CSR Perusahaan di Balikpapan Didorong Lebih Banyak Sentuh UMKM, dari Pelatihan hingga Pemasaran

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:19 WIB
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah

KALTIMPOST.ID-Kontribusi perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) didorong lebih optimal untuk membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balikpapan.

Dukungan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas, tetapi juga membuka akses pemasaran produk lokal.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah mengatakan, pihaknya belum memiliki data mengenai besaran kontribusi CSR perusahaan yang secara khusus dialokasikan untuk pemberdayaan UMKM.

“Kalau persentasenya saya belum cek. Yang jelas perusahaan-perusahaan itu wajib memberikan CSR. Salah satunya dana CSR itu digunakan untuk pemberdayaan UMKM,” kata Fauzi, Minggu (27/9).

Baca Juga: Kekeringan Bisa Geser Musim Tanam di Kaltim, Cadangan Pangan Diminta Aman hingga 8 Bulan

Untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan perusahaan, Komisi II berencana berkoordinasi dengan Forum CSR dan Forum UMKM Balikpapan.

Langkah tersebut sekaligus untuk melihat peluang memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM.

Menurut Fauzi, dukungan terhadap UMKM juga perlu menyentuh persoalan pemasaran. Produk lokal memerlukan akses pasar yang lebih luas agar peningkatan kapasitas usaha beriringan dengan pertumbuhan penjualan.

Pemkot Balikpapan melalui dinas terkait selama ini telah memberikan pelatihan, mulai peningkatan kualitas produk hingga pemasaran.

“Pemasaran itu salah satunya bisa memasukkan produk-produknya ke ritel, baik modern maupun tradisional. Itu sudah dilakukan oleh Dinas UMKM,” ujarnya.

Namun, akses pasar juga harus diikuti peningkatan kualitas. Menurut Fauzi, tampilan dan mutu produk menjadi faktor penting agar UMKM lokal mampu bersaing dengan produk lain.

Baca Juga: Kekeringan Melanda Kaltim, Pengamat Unmul Sebut Ketahanan Pangan Masih Terjaga

“Memang kita tidak bisa mungkiri bahwa kualitas produk kita harus lebih menarik. Makanya pelatihan-pelatihan selalu digalakkan oleh Dinas UMKM,” katanya.

Selain CSR perusahaan, Fauzi berharap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih nantinya dapat menjadi kanal tambahan bagi pemasaran produk UMKM.

Ia berharap koperasi tersebut memberikan ruang seluas-luasnya bagi produk lokal dari berbagai skala usaha.

“Harapannya jangan dibatasi. Semua produk UMKM, baik lokal, tradisional maupun yang sudah modern harus diakomodir,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim dprd balikpapan UMKM Balikpapan kebakaran hutan dan lahan Kutai Barat