Orasi Ilmiah di ITK Balikpapan, Menko AHY: Infrastruktur Kaltim Harus Berujung pada Kualitas SDM

Muhammad Ridhuan • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:09 WIB

ORASI ILMIAH: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat mengisi Orasi Ilmiah Sidang Senat Terbuka, Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kamis (8/10).

ORASI ILMIAH: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat mengisi Orasi Ilmiah Sidang Senat Terbuka, Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kamis (8/10).

BALIKPAPAN – Pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai tidak cukup hanya mengejar pembangunan fisik. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pembangunan infrastruktur harus beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut AHY, jalan, jembatan, perumahan, air bersih, dan konektivitas merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan daya saing daerah.

“Infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, perumahan, air bersih dan lain-lain juga menjadi sesuatu yang sangat mendasar, tidak bisa kita kesampingkan,” kata AHY usai mengisi Orasi Ilmiah Sidang Senat Terbuka, Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kamis (8/10).

Namun, pembangunan fisik menurutnya tetap membutuhkan dukungan kualitas manusia. Pendidikan dan kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan infrastruktur dan ekonomi wilayah. Menurut dia, perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi Kaltim.

Baca Juga: Universitas Mulia-ITK Kolaborasi Riset dan Inovasi untuk Kemajuan Kaltim

Kaltim, kata AHY, memiliki sumber daya alam yang besar. Namun, kekayaan tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus integritas agar dapat dikelola dan memberikan nilai tambah.

Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan teknologi dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

AHY juga mengaitkan kebutuhan sumber daya manusia dengan pengembangan konektivitas. Peningkatan jaringan transportasi, termasuk kemungkinan pengembangan kereta, diperlukan untuk memperkuat distribusi komoditas dan menghubungkan kawasan produksi dengan pasar.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pada akhirnya harus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Konektivitas yang semakin baik diharapkan membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

“Ini dengan sendirinya akan menciptakan banyak peluang ekonomi yang menjanjikan. Namun, pada akhirnya itu semua sekali lagi harus ditopang oleh infrastruktur manusianya,” ujar AHY. (rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
Orasi Ilmiah agus harimurti yudhoyono ahy institut teknologi kalimantan balikpapan