Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DPRD Berau Mendukung Jalur Ekspor Kerapu lewat Maratua Point untuk Tingkatkan Ekonomi Nelayan

Romdani. • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:09 WIB
Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi
Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi

KALTIMPOST.ID-Pemanfaatan jalur ekspor ikan kerapu melalui Maratua Point mendapat dukungan dari DPRD Berau. Jalur ekspor tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan nilai jual hasil budidaya sekaligus memperluas pasar hingga mancanegara.

Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi mengatakan keberadaan akses ekspor langsung harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. “Itu peluang bagus dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, ekspor kerapu hidup melalui Maratua Point tidak hanya berdampak pada peningkatan harga jual, tetapi juga mendorong pembudidaya lokal meningkatkan kualitas produksi agar mampu memenuhi standar pasar internasional. “Hasil laut kita bisa naik kelas,” katanya.

Ia menjelaskan, sektor budidaya kerapu memiliki potensi besar di wilayah pesisir dan kepulauan Berau, khususnya Maratua yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil ikan berkualitas.

Baca Juga: Disdikbud Kutai Barat Evaluasi Dapodik Delapan Kecamatan untuk Perkuat Akurasi Data Pendidikan

Dengan adanya akses ekspor yang lebih dekat, nelayan dan pembudidaya keramba dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan.

Karena itu, Sumadi meminta pemerintah daerah ikut memperkuat pembinaan kepada masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas budidaya hingga pengelolaan hasil panen. “Pemerintah perlu membina masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong masyarakat dan pembudidaya agar aktif memanfaatkan peluang tersebut supaya manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Sebelumnya, Camat Maratua Ashari mengatakan nelayan dan pengelola keramba di wilayahnya sangat mendukung keberadaan kapal pembeli yang datang langsung mengambil hasil budidaya kerapu hidup.

Menurutnya, aktivitas pembelian ikan kerapu hidup sebenarnya pernah berlangsung di Maratua beberapa waktu lalu. “Dulu memang sempat ada pembeli datang langsung ke Maratua,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati PPU Tekankan Stabilitas Pasokan Pangan dalam High Level Meeting TPID di Balikpapan

Ashari menjelaskan, kapal pembeli tersebut hanya mengambil hasil budidaya masyarakat dari keramba maupun tempat penampungan ikan sebelum dibawa keluar daerah untuk kebutuhan ekspor. “Kapalnya biasanya singgah sekitar tiga hari setelah proses penimbangan hasil nelayan selesai,” katanya.

Ia menyebut, kerapu hidup menjadi komoditas unggulan masyarakat pesisir karena memiliki harga jual tinggi di pasar ekspor dibanding pasar domestik.

Menurutnya, keberadaan jalur ekspor laut melalui Maratua Point dapat menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya keramba di wilayah kepulauan. “Kalau dijual di dalam negeri harganya jauh lebih rendah dibanding kebutuhan ekspor,” jelasnya.

DPRD Berau berharap jalur ekspor tersebut mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sektor perikanan sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai daerah penghasil komoditas laut unggulan di Kaltim. (sen/kpg/rd)

Editor : Romdani.
#Bupati Berau Sri Juniarsih #penajam paser utara #ibu kota nusantara #ekspor batu bara #Kutai Barat