TANJUNG REDEB – Program rumah layak huni (RLH) kembali digulirkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau tahun ini. Sebanyak 112 unit rumah di empat kecamatan dan 10 kampung menjadi target penerima bantuan peningkatan kualitas rumah.
Kabid Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima bantuan di masing-masing kampung.
“Sekarang masih verifikasi ke kampung-kampung. Target bulan depan sudah mulai ada yang direalisasikan,” ujarnya.
Baca Juga: Air Terjun Nyalimah Berau Segera Terapkan Retribusi Wisata, Disbudpar Mulai Sosialisasi
Adapun kampung yang menjadi sasaran program antara lain Batu Rajang, Tepian Buah, Harapan Jaya, Pegat Bukur, Merancang Ulu, Capuak, Dumaring, Suka Murya, Tabalar Ulu, dan Tunggal Bumi.
Jumlah bantuan tahun ini meningkat signifikan dibanding 2025 lalu yang hanya menyasar 45 unit rumah di empat kelurahan dan dua kampung.
Program tersebut difokuskan pada renovasi atau peningkatan kualitas rumah warga yang belum layak huni.
“Konsepnya rehab atau renovasi, yaitu peningkatan kualitas rumah masyarakat,” katanya.
Sebagian besar bantuan juga disertai pembangunan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK). Nilai bantuan renovasi plus pembangunan MCK mencapai Rp 32 juta per unit.
Baca Juga: DPRD Berau Mendukung Jalur Ekspor Kerapu lewat Maratua Point untuk Tingkatkan Ekonomi Nelayan
Namun khusus di Kampung Merancang Ulu, bantuan hanya berupa renovasi rumah tanpa pembangunan MCK dengan nilai Rp 20 juta per unit untuk 10 rumah penerima.
“Kalau yang tidak plus MCK itu hanya satu kampung saja di Merancang Ulu,” jelasnya.
Juli mengungkapkan, kendala yang kerap ditemukan saat proses verifikasi ialah persoalan legalitas lahan dan administrasi kepemilikan tanah warga.
Banyak calon penerima belum memiliki sertifikat ataupun dokumen kepemilikan lengkap sehingga tidak memenuhi syarat penerima bantuan.
“Kalau tidak memenuhi syarat, kita alihkan kepada warga lain yang sesuai persyaratan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan program rumah layak huni menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Hunian yang layak adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara bertahap dan berkelanjutan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Editor : Muhammad Ridhuan