KALTIMPOST.ID-Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengusulkan rehabilitasi sejumlah ruas jalan di Pulau Maratua dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar. Usulan tersebut akan didorong melalui APBD Perubahan 2026 hingga APBD 2027.
Langkah itu dilakukan setelah DPUPR meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan di salah satu destinasi wisata unggulan Berau tersebut.
Peninjauan merupakan tindak lanjut arahan bupati Berau untuk memastikan akses transportasi masyarakat dan wisatawan tetap terjaga.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau Junaidi mengatakan, tim telah memeriksa jalan poros yang menghubungkan Kampung Bohe Silian, Kampung Payung-Payung, Kampung Teluk Harapan hingga Kampung Teluk Alulu sepanjang sekitar 32 kilometer.
Selain itu, dilakukan pemeriksaan pada ruas jalan samping bandara menuju Kampung Payung-Payung sepanjang 700 meter dan ruas jalan Payung-Payung menuju Teluk Pea sepanjang 700 meter. “Peninjauan dilakukan sesuai arahan ibu bupati,” ujarnya, Minggu (7/6).
Baca Juga: Stefan Keeltjes Resmi Bertahan di Kendal Tornado FC, Bidik Promosi ke Liga 1 Musim 2026/27
Dari hasil pemeriksaan, kondisi jalan poros antarkampung secara umum masih tergolong baik dengan tingkat kemantapan sekitar 95 persen.
Meski demikian, ditemukan enam titik lubang yang membutuhkan penanganan serta beberapa lokasi yang memerlukan pembersihan bahu jalan.
Berbeda dengan jalan poros utama, dua ruas jalan di sekitar Kampung Payung-Payung mengalami kerusakan cukup berat.
Lapisan aspal pada kedua ruas tersebut telah aus dan banyak mengalami pengelupasan sehingga menimbulkan lubang di badan jalan.
Menurutnya, kerusakan tersebut dipengaruhi usia jalan yang telah lebih dari satu dekade. Kedua ruas itu merupakan hasil peningkatan jalan yang dikerjakan pada 2013 dan sudah memerlukan rehabilitasi menyeluruh. “Kerusakan terjadi karena usia jalan yang memang sudah lama,” kata Junaidi.
DPUPR mengusulkan rehabilitasi menggunakan aspal hotmix sepanjang 1,4 kilometer. Anggaran yang diusulkan juga mencakup perbaikan bahu jalan dan penanganan enam titik kerusakan pada ruas jalan poros penghubung kampung.
Rencana tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Maratua. Camat Maratua Ashari menilai kualitas jalan menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah. “Kami menyambut baik rencana ini. Jalan yang nyaman akan memberikan kesan positif bagi wisatawan,” ujarnya.
Ia berharap rehabilitasi dapat direalisasikan sesuai rencana sehingga mampu memperkuat konektivitas wilayah serta meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Maratua. (sen/kpg/rd)
Editor : Romdani.