Berau Usulkan Dryer Gabah ke Kementan, Petani Butuh Alsintan Tingkatkan Produksi

Redaksi KP • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 21:32 WIB
BUTUH DUKUNGAN: Untuk mendukung sektor pertanian, Berau masih membutuhkan alat dan sarana produksi seperti Combine Harvester hingga Dryer. (SENO/BP)
BUTUH DUKUNGAN: Untuk mendukung sektor pertanian, Berau masih membutuhkan alat dan sarana produksi seperti Combine Harvester hingga Dryer. (SENO/BP)

TANJUNG REDEB – Pemenuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) masih menjadi tantangan Pemerintah Kabupaten Berau dalam meningkatkan produksi pangan. Selain membutuhkan combine harvester, petani juga memerlukan mesin pengering gabah (dryer) berkapasitas besar agar kualitas hasil panen memenuhi standar penyerapan Bulog.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, mengatakan dukungan pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan karena kemampuan APBD untuk pengadaan alsintan masih terbatas.

"Support dari pemerintah pusat sangat kami harapkan," ujarnya, Kamis (30/7).

Menurut Lita, peningkatan produksi pertanian tidak hanya bergantung pada bantuan peralatan, tetapi juga kesiapan kelompok tani dalam mengoptimalkan pemanfaatan sarana yang tersedia.

"Yang terpenting semangat kelompok tani harus terus digelorakan," katanya.

Ia menjelaskan, salah satu kebutuhan mendesak adalah combine harvester yang mampu mempercepat proses panen sekaligus mengurangi kehilangan hasil produksi.

Baca Juga: Berau Job Fair 2026 Dibanjiri 2.740 Pencari Kerja, 26 Perusahaan Buka Lowongan

Berdasarkan informasi yang diterima DTPHP Berau, daerah tersebut berpeluang memperoleh dua unit combine harvester pada tahun ini.

"Informasinya ada dua unit combine harvester tahun ini, sekarang masih kami tunggu," ungkapnya.

Selain mesin panen, DTPHP Berau juga akan mengusulkan bantuan mesin pengering gabah berkapasitas besar kepada Kementerian Pertanian.

Menurut Lita, keberadaan dryer sangat penting, terutama saat musim hujan ketika proses penjemuran secara alami tidak dapat dilakukan secara optimal.

"Untuk dryer akan kami usulkan agar bisa dialokasikan ke Berau," jelasnya.

Ia menambahkan, pengadaan mesin pengering belum memungkinkan dibiayai melalui APBD sehingga pemerintah daerah berharap bantuan dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Muhammad Amin, mengakui mesin pengering gabah menjadi salah satu kebutuhan utama dalam meningkatkan kualitas hasil panen petani.

"Salah satu permasalahan memang dryer dan ini perlu disikapi," ujarnya.

Menurut Amin, proses pengeringan menjadi faktor penting karena menentukan kadar air gabah yang menjadi syarat penyerapan oleh Bulog.

Selama bantuan dryer belum tersedia, ia meminta petani mengoptimalkan proses penjemuran secara manual agar mutu gabah tetap terjaga.

"Kita mitigasi bagaimana dijemur dengan baik sehingga kualitasnya bagus dan bisa diserap Bulog," katanya.

Amin juga mendorong Pemerintah Kabupaten Berau mengusulkan pengadaan mesin pengering secara komunal sehingga dapat dimanfaatkan bersama oleh kelompok tani.

"Mungkin nanti Berau bisa mengusulkannya secara umum agar digunakan dengan maksimal," ucapnya.

Di sisi lain, ia memastikan Kementerian Pertanian terus mendukung penguatan sektor pertanian di Berau melalui bantuan sarana dan prasarana pertanian.

"Pak Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberi dukungan penuh, mari kita dukung bersama," pungkasnya.

 

Editor : Muhammad Ridhuan
Combine Harvester dryer gabah Berau Bulog Berau kementerian pertanian alsintan