KALTIMPOST.ID-Arus investasi di Berau menunjukkan capaian positif sepanjang semester pertama 2026. Hingga Triwulan II, realisasi investasi mencapai Rp 3 triliun atau sekitar 65 persen dari target tahun ini sebesar Rp 4,6 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau Nanang Bakran mengatakan, khusus Triwulan II, investasi yang terealisasi mencapai Rp 1,4 triliun.
Nilai tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 999,80 miliar dan penanaman modal asing (PMA) Rp 494,87 miliar.
Dengan demikian, investasi domestik masih menjadi penyumbang terbesar. “Total realisasi Triwulan II sebesar Rp 1.494.681.774.909,” ungkap Nanang.
Baca Juga: Pelajar Balikpapan Usia 16 Tahun Sudah Bisa Rekam KTP-el, Tak Perlu Tunggu 17 Tahun
Pada kelompok PMDN, sektor pertambangan menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp 589,75 miliar.
Disusul tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp 260 miliar serta perdagangan dan reparasi Rp 54,07 miliar.
Sementara pada PMA, industri kertas dan percetakan mendominasi dengan investasi Rp 378,30 miliar.
Berikutnya sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 44,62 miliar serta pertambangan Rp 31,58 miliar.
Masuknya investasi juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Triwulan II, sebanyak 1.655 orang terserap, terdiri atas 1.654 tenaga kerja Indonesia dan satu tenaga kerja asing.
Dengan capaian sekitar dua pertiga target hanya dalam enam bulan pertama, Berau masih memiliki ruang mengejar sisa sekitar Rp 1,6 triliun pada semester kedua untuk memenuhi target investasi 2026.
Baca Juga: BUMK Harus Jadi Motor Ekonomi, Bupati Berau Minta Potensi Kampung Dimaksimalkan
Sebelumnya, Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya berupaya menarik investor, tetapi juga menjaga iklim investasi tetap kondusif.
Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan promosi dan kerja sama investasi, perbaikan iklim investasi, optimalisasi teknologi informasi, serta peningkatan kualitas pengelolaan perizinan.
Dari sisi pelayanan, Gamalis menyebut tingkat penyelesaian layanan perizinan dan nonperizinan tepat waktu mencapai 98 persen.
Sementara berdasarkan catatan pemerintah daerah, PMDN pada 2025 mencapai Rp 2,5 triliun, sedikit menurun dibandingkan 2024 sebesar Rp 2,6 triliun.
Adapun PMA pada 2025 tercatat Rp 73,51 juta, meningkat dibandingkan Rp 66,83 juta pada tahun sebelumnya.
Capaian semester pertama 2026 menjadi modal bagi Berau untuk mengejar target investasi tahunan.
Tantangannya, pertumbuhan modal yang masuk juga perlu terus diikuti penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah. (aja/kpg/rd)
Editor : Romdani.